Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

Pater Zoetmulder lahir di Utrecht, Netherland pada 29 Januari 1906. Ia masuk Serikat Jesus pada 7 September 1924 di Novisiat Mariendaal, Netherland. Setelah menjalani masa novisiat selama 1 tahun di sana, ia datang ke Indonesia pertama kali di Yogyakarta pada 21 Oktober 1925. Kemudian ia melanjutkan masa novisiatnya dan mengucapkan kaul pertama pada 8 Agustus 1926 di Yogyakarta.

Setelah mengucapkan kaul pertamanya, selama 2 tahun ia mengajar di Seminari menengah di Yogyakarta sambil belajar bahasa dan sastra Jawa dari Prof. Berg yang ketika itu berada di Solo. Kemudian dilanjutkan dengan studi filsafat di Yogyakarta selama 3 tahun (1928-1931).

Pada tahun 1931-1935 ia menempuh studi Bahasa dan sastra Jawa Kuno di Universitas Leiden, Belanda. Ia meraih gelar doktor dengan predikat Cum Laude setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pantheisme en Monisme in de Javaansche Soeloek-Literatuur”. Kemudian dilanjutkan dengan studi teologi di Maastricht, Netherland (1935-1939).

Pater Zoetmulder menerima tahbisan imamnya pada 15 Agustus 1938 dari tangan Mgr. Lemmens di Maastricht, Belanda. Setelah menerima tahbisan, dilanjutkannya dengan menjalani formasi tahap akhir Serikat Jesus dalam tersiat di Dongen, Belgia. Ia mengucapkan kaul akhirnya pada 2 Februari 1942.

Riwayat penugasan setelah kaul akhir :

1940-1958 Mengajar Filsafat, Kesusastraan Timur, kebatinan dan Islam di Seminari Tinggi di Yogyakarta 1943-1946 Ditawan oleh tentara Jepang dan dilanjutkan oleh tentara kemerdekaan RI 1946 Kembali mengajar di Seminari Tinggi di bidang Teologi Fundamental, serta Filsafat dan Islamologi. 1958 Pindah ke Kumetiran dengan tetap melanjutkan tugas mengajar dan riset 1949 Diangkat menjadi dosen di Universitas Indonesia, mengajar bahasa dan sastra Jawa kuno 1951 Menerima kewarganegaraan RI 1952-1971 Menjadi Profesor di UGM Yogyakarta dalam bidang bahasa dan Sastra Jawa Kuno. Semenjak 1968 menjadi dosen luar biasa di Universitas Indonesia, Jakarta dan semenjak 1971 menjadi dosen luar biasa di UGM, Yogyakarta 1978-1982 Hampir tidak pernah pulang ke Indonesia. Ia menggunakan waktunya di Leiden, Belanda untuk menyelesaikan riset-risetnya. 1982 Menetap di Komunitas de Britto sambil menunaikan tugas-tugasnya semula. 1984 Pindah ke Komunitas Pastoran Senopati (Kidul Loji) sambil membantu Paroki dan meneruskan risetnya di Kumetiran.

Pengabdiannya kepada kesusastraan Indonesia kehususnya kebudayaan Jawa sangat luar biasa. Ketekunan ilmiahnya dibuktikan dengan terbitan-terbitannya yang sangat berharga : - Pantheisme en Monisme in de Javaansche Soeloek-Literatuur – 1935 - Cultuur Oost en West – 1951 - De Taal van het Adiparwa – 1950 - Bahasa Parwa I dan II – 1954 dan 1961 - Old Javanese Grammar 2 vol. – 1954 - Sekar Semawur I dan II – 1958 dan 1964 - Die Hoch Religionen Indonesiens – 1965 (Juga terbit dalam Bahasa Perancis) - Kalangwan, A Survey of Old Javanese Literature – 1974 - Old Javanese – English Dictionary – 1982 (Disusun sejak 1952) - Utarakanda

Penghargaan yang diterimanya : - 19 Agustus 1970 – Penghargaan sebagai “Pengabdi dan Pendorong di bidang sosial dan kemanusiaan” dari Pemerintah Indonesia melalui P&K - 1983 – Bintang “Commandeur in de Orde van Oranje Nassau” dari Belanda - 1985 – Penghargaan dari Pemda DIY bersama 9 seniman dari berbagai cabang - 12 Maret 1993 – “International Man of the Year 1992/1993” dari International Biographical Centre” Cambridge, Inggris.

Pater Zoetmulder dipanggil menghadap Bapa pada 8 Juli 1995 dan dimakamkan di Kerkof Muntilan.