Frater Dirdjasoewita dilahirkan pada 7 Juni 1915. Ia masuk dalam Novisiat Serikat Jesus di Girisonta pada 7 September 1938. Ia menghabiskan masa novisiat dan juniorat di Girisonta. Kemudian ia melanjutkan TOK di Paroki St. Ignatius, Magelang.
Frater Dirdjasoewita merupakan satu dari 2 frater yang dibunuh bersama 5 imam, 1 bruder dan 2 warga, oleh warga setempat di Magelang pada 1 November 1945. Berawal dari tuduhan sekelompok pemuda tentang adanya tembakan dari halaman Pastoran Magelang. Meskipun mereka mencoba membela diri, para pemuda ini tidak mau menerima. Setelah Pater Versteegh meminta waktu untuk mereka mengaku dosa dan mempersiapkan diri, mereka dibunuh di Giriloyo, Magelang.
Nama para imam, frater, dan bruder Jesuit itu ialah : 1. Pater Gerardus Aben, S.J 2. Pater Gerardus Minderop, S.J 3. Pater Joannes Schouten, S.J 4. Pater Josephus Versteegh, S.J 5. Pater Ludovicus Weve, S.J 6. Bruder Dominicus Widyasoepadma, S.J 7. Frater Norbertus Dirdjasoewita, S.J 8. Frater Willibrodus Mooi-Wilten, S.J
Tiga bulan kemudian, Angkatan pemuda ini menyatakan bahwa para nostri dan warga yang terbunuh tidak bersalah. Kemudian pada 5 Agustus 1950, makam mereka dibongkar dan dimakamkan di Kerkof Muntilan.