Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

Pater Schouten dilahirkan pada 1 Juni 1894. Ia masuk novisiat Serikat Jesus pada 26 September 1914 dan ditahbiskan menjadi imam pada 15 Agustus 1928. Setelah menerima tahbisan, ia mendapatkan misi ke Indonesia dan mengajar di Muntilan.

Riwayat Penugasan

Belajar bahasa Muntilan 1929-1930
Educatio Muntilan 1930-1931
Educatio Muntilan 1932-1943
Internir – Jung-Eng / Roncalli Salatiga 1943-1944
Internir – Kamp Cikudapateu Bandung 1944-1945

Pater Schouten merupakan salah satu romo yang dibunuh bersama 4 imam, 2 frater, 1 bruder dan 2 warga, oleh warga setempat di Magelang pada 1 November 1945. Berawal dari tuduhan sekelompok pemuda tentang adanya tembakan dari halaman Pastoran Magelang. Meskipun mereka mencoba membela diri, para pemuda ini tidak mau menerima. Setelah Pater Versteegh meminta waktu untuk mereka mengaku dosa dan mempersiapkan diri, mereka dibunuh di Giriloyo, Magelang.

Nama para imam, frater, dan bruder Jesuit itu ialah : 1. Pater Gerardus Aben, S.J 2. Pater Gerardus Minderop, S.J 3. Pater Joannes Schouten, S.J 4. Pater Josephus Versteegh, S.J 5. Pater Ludovicus Weve, S.J 6. Bruder Dominicus Widyasoepadma, S.J 7. Frater Norbertus Dirdjasoewita, S.J 8. Frater Willibrodus Mooi-Wilten, S.J

Tiga bulan kemudian, Angkatan pemuda ini menyatakan bahwa para nostri dan warga yang terbunuh tidak bersalah. Kemudian pada 5 Agustus 1950, makam mereka dibongkar dan dimakamkan di Kerkof Muntilan.