Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

Pater Aben dilahirkan pada 12 November 1901. Ia masuk novisiat Serikat Jesus pada 26 September 1920. Ia menjalankan masa TOK nya di Yogyakarta, setelah sebelumnya belajar bahasa di Kolese Ignatius. Setelah masa TOK selesai, ia melanjutkan tahapan formasi teologi di Maastricht, Belanda (1933-1936). Ia ditahbiskan menjadi seorang imam pada 15 Agustus 1935 di Maastricht, Belanda. Kemudian ia melanjutkan tahapan akhir dari formasinya sebagai Serikat Jesus dalam tersiat pada tahun 1937 di Inggris. Ia mengucapkan kaul akhirnya pada 2 Februari 1938.

Riwayat Penugasan setelah menerima kaul terakhir

Educatio – Kolese Ignatius Yogyakarta 1937-1940
Educatio – Seminari Mertoyudan Magelang 1940-1943
Internir Jun-Eng/Roncalli Salatiga 1943-1944
Internir Kamp. Cikudapateu Bandung 1944-1945

Pater Aben merupakan satu dari 5 imam yang dibunuh bersama 2 frater, 1 bruder dan 2 warga, oleh warga setempat di Magelang pada 1 November 1945. Berawal dari tuduhan sekelompok pemuda tentang adanya tembakan dari halaman Pastoran Magelang. Meskipun mereka mencoba membela diri, para pemuda ini tidak mau menerima. Setelah Pater Versteegh meminta waktu untuk mereka mengaku dosa dan mempersiapkan diri, mereka dibunuh di Giriloyo, Magelang.

Nama para imam, frater, dan bruder Jesuit itu ialah : 1. Pater Gerardus Aben, S.J 2. Pater Gerardus Minderop, S.J 3. Pater Joannes Schouten, S.J 4. Pater Josephus Versteegh, S.J 5. Pater Ludovicus Weve, S.J 6. Bruder Dominicus Widyasoepadma, S.J 7. Frater Norbertus Dirdjasoewita, S.J 8. Frater Willibrodus Mooi-Wilten, S.J

Tiga bulan kemudian, Angakatan pemuda ini menyatakan bahwa para nostri dan warga yang terbunuh tidak bersalah. Kemudian pada 5 Agustus 1950, makam mereka dibongkar dan dimakamkan di Kerkof Muntilan.