Pater Mathijsen dilahirkan pada 30 Mei 1858. Ia masuk novisiat Serikat Jesus pada 26 September 1876. Menerima tahbisan sebagai imam pada 8 September 1887 dan mengucap kaul akhir pada 2 Februari 1889.
Riwayat Penugasan
| Paroki Gedangan | Semarang | 1888-1890 | Paroki Atapupu | Timor | 1890-1893 |
| Paroki Fialaran | Timor | 1893-1905 |
| Paroki Atapupu | Timor | 1905-1913 |
| Cuti | Belanda | 1913-1914 |
| Paroki Gedangan | Semarang | 1914-1917 |
| Paroki Kramat | Jakarta | 1917-1921 |
| Paroki Matraman | Jakarta | 1925-1927 |
| Paroki St. Ignatius | Magelang | 1924-1925 |
| Paroki Matraman | Jakarta | 1925-1927 |
| Paroki Madiun | Madiun | 1927-1928 |
| Paroki Salatiga (Tuntang) | Salatiga | 1928-1932 |
| Paroki Kidul Loji | Yogyakarta | 1932-1934 |
Ketika berada di daerah Fialaran, Pater Mathijsen menjadi perintis perkembangan agama katolik di sana. Setelah menjadi daerah yang maju, ia kembali ke Atapupu dan melanjutkan karya di Pulau Jawa.
Ia mendapatkan penugasan untuk bebas tugas sejak 1 Juli 1934 dan beristirahat di Kolsani, Yogyakarta. Akhirnya ia meninggal pada 13 Desember 1935 dan dimakamkan di Kerkof, Muntilan.