Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

“Memberitakan Injil itulah adalah keharusan bagiku” (1 Korintus 9:16)

Wolbertus Johannes Maria Daniels yang biasanya disebua Wob, lahir di Bloemendaal, negeri Belanda pada 2 Oktober 1915 dalam keluarga dengan empat putra serta dua putri.Setelah SD ia disekolahkan pada Kolese St. Kanisius di Nijmegen serta tinggal enam tahun di asrama. Lulus pada tahun 1934 ia mulai belajar hukum di Oxford, Inffris tetapi setelah satu tahun ia masuk novisiat Serikat Jesus pada 7 September 1935 di Mariendaal.

Selesai novisiat ia datang ke Indonesia, ikut juniorat di Girisonta serta filsafat di Yogyakarta (1938-41). Ditugaskan di Kolese Muntilan sebagai pamong serta guru, ia masuk tahanan Jepang pada tahun 1942 sampai 1945 di Kesilir, Banyubiru serta Bandung. Karena bakatnya sebagai pemimpin maupun aktor P Daniels diserahkan tugas khusus memimpin anak laki-laki remaja selama saat yang serba sulit itu.

Setelah perang ia kembali ke negeri Belanda belajar teologi dan ditahbisakan imam pada 18 Agustus 1948 di Maastricht. Untuk tersiat ia pergi ke Munster, Jerman serta kembali ke Indonesia akhir tahun 1952.

Tugas pertama sebagai pastor pembantu di Paroki Theresia, Jakarta berlangsung cuma satu tahun. Dari 1953 sampai 1965 P Daniels mejadi pastor mahasiswa di Jakarta, dimana bakatnya yang banyak dapat sungguh digunakan. Karyanya yang utama dimulai pada 1966 sebagai pelopor karya mass media serta pendiri Sanggar Prathivi, Jakarta, untuk membuat program radio dan TV, melatih staffnya mengarang maupun mencari dana. Sebagai anggota Komsos bakatnya juga digunakan di luar Jawa, di Padang dan Medan, di Palembang dan Ujung Pandang, di Ambon serta Kupang. Bahkan dengan kursusnya untuk radio dan TV, ia mendapat nama sampai ke Bangladesh, Thailand, Malaysia, Micronesia, Pakistan, Kenya, maupun Peru. Ia mudah bergaul serta pandai menyemangati orang.

Dari 1979 sampai 1991 P Daniels dipanggil ke Manilla untuk memimpin karya mass-media Serikat Jesus setingkat Asia Tenggara. Kembali ke Indonesia beliau masih membantu di bidang mass-media radio serta TV dan memberi assistensi di paroki Katedral, Jakarta. Baru pada bulan Oktober 1988 P Daniels pindah tempat ke Rumah Retret Samadi Klender sebagai pembantu direktur dalam karya retret. Ia pula manruh banyak perhatian pada karya bagi anak-anak yang terlantar, sehingga ada banyak yang dapat ditampung dan diberi harapan hidup yang lebih cerah. Demikian beliau aktif sampai akhir hidupnya ketika ia jatuh, seminggu kemudian mengalami operasi serta dipanggil Tuhan pada Kamis, 15 Juni 1989 malam hari pkl 22.40.