Dilahirkan pada 2 Februari 1919 di Amsterdam, Pater Willenborg adalah putra dari (Alm) Henricus Josefa Maria dan (Alm) Divera Josefa; menerima sakramen baptis (2 Februari 1919) dan pengutan (1925) di S.Augutinus, Haarlem. Ia menempih pendidikan gymnasium A di Amsterdam IC (1931-1937), pendidikan menengah di Amsterdam GU (1940-1946) dan pendidikan ekonomi di Amsterdam GU (1950-1951). Selain itu ia mengambil kursus musik (cello) di Amsterdam (1930-1940). Pengalaman kerja yang dilaluinya ialah Scijver (1937-1938), Comtabilitas (1938-1939), Correspondentie (1940-1945), dan Advocaat procureur (1947).
Masuk Novisiat Serikat Jesus pada 5 Januari 1947 di Mariendaal, Grave; dan mengucapkan kaul pertamanya pada 6 Januari 1949 di tempat yang sama.
Studi filsafat di tempuh selama satu tahun (1948-1949) di Berchmanianum. Tahun orientasi kerasulan ditempuh dengan menjalani studi ekonomi di Ignatius College Amsterdam (1950-1951).
Belajar teologi pada 1951-1955 di Yogyakarta. Tahbisan tonsura dan tahbisan rendah diterimanya dari tangan Mgr. Mutsserts pada 11 Agustus 1950 di Nijmegen; subdiakon diterimanya dari tangan Mgr. Hanssens dan diakon diterimanya dari Mgr. Lemmens pada Pantekosta 1954 di Masstricht; dan imam diterimanya dari tangan Mgr. Lemmens pada 23 Agustus 1954 di Masstricht. Setelah menerima tahbisan imamnya, Pater Willenborg kembali melanjutkan studi teologinya hingga 1955; dan pada September tahun yang sama menjalani tahap akhir pembinaannya sebagai Jesuit dalam tersiat di Munster, Jerman hingga Mei 1956 di bawah bimbingan P Otto Pies, S.J. Kaul akhir sebagai coadjutor spiritualis diucapkannya di hadapan P J. Beek dan P G. Kester pada 2 Febrari 1957 di Realino, Yogyakarta.
Pater Willenborg menambahkan nama baru di belakang namanya sendiri Widodo. Ia bukan hanya seorang dosen atau guru, sebab hampir seluruh waktunya dipersembahkan untuk membina pribadi para mahasiswa-mahasiswanya.
Ia seorang counselor dan seorang penasehat yang terkenal diantara para katekis, mahasiswa-mahasiswi, anak-anak SMU, dan juga banyak orang awam lainnya. Ia juga diakui sebagai seorang “confesarius” (pengantar orang-orang yang berdosa untuk bertobat), termasuk para suster P.I, suster BKK, dan para skolastik Jesuit yang berada di Solo, tidak ketinggalan para tokoh awam di Solo maupun di Semarang.
Pater Willenborg juga seorang pemerhati masalah-masalah hukum dan moral. Seorang pembicara dalam pelbagai macam pertemuan dan kongres di antara pastor mahasiswa yang cukup dikenal. Hal itu semua terjadi oleh karena ilmu dan pengetahuan yang dikuasai; juga karena didukung oleh pengalaman-pengalaman praktis yang dimiliki. Sebagai seorang sarjana (skolar) ia terus menerus mencari implementasi dan mengadaptasikan visi sosial dan politisnya dalam hidup sehari-hari. Beliua juga seorang pemerhati, pemikir, dan punya kepedulian sosial yang sangat intens, sehingga selalu siap sedia bagi yang membutuhkan. Seorang anggota pengurus pelbagai yayasan yang menolong para penderita sakit lumpuh, buta, tuli, dan berkekurangan.
Kami angkat topi kepadanya, karena pada usia 37 tahun ketika beliau datang ke Indonesia dan walaupun ia tidak bisa belajar bahasa jawa, induk bahasa jawa dari orang – orang jawa. Tetapi ia sangat fasih dalam hal kebaikan. Kompensasi kebaikannya itu menguntungkan bagi mereka yang datang kepadanya.
Riwayat Penugasan :
| Pastor Mahasiswa Asrama Realino | Yogyakarta | 1956-1965 |
| Dosen Hukum dan Eknomi di Universitas Sanata Dharma | Yogyakarta | 1956-1965 |
| Mengikuti Kongres Ilmu Pengetahuan | Malang | 1957 |
| Mengikuti Kongres ISHI | Bandung | 1958 |
| Mengikuti Kongres PERSAHI | Yogyakarta | 1959 |
| Mengikuti Kongres PERSAHI | Surabaya | 1961 |
| Dosen Etik Sosial di Seminari Tinggi | Yogyakarta | 1963-1965 |
| Pastor Mahasiswa, Dosen Agama dan Koordinator Kuliah Agama | Semarang | 1965-1968 |
| Mengikuti Seminar Hukum Nasional | Jakarta | 1965 |
| Mengikuti Kongres PERSAHI | Semarang | 1966 |
| Karya Sosial Ekumene | Solo | 1974 |
| Pastor Mahasiswa, Dosen Agama, dan Koordinator Kuliah Agama | Solo | 1969-1988 |
| Asisten Pastor Mahasiswa | Solo | 1988-1990 |
| Tinggal di Pastoran Purbayan | Solo | 1990-1993 |
| Tinggal di Kolese Mikael | Solo | 1993-1997 |
Memasuki tahun terakhir kesehaannya menurun dan akhirnya beliau berpindah ke Rumah Emmaus, Girisonta hingga waktu dipanggil oleh Tuhan.