Romo Vincentius Sugondo, kelahiran 20 Juli 1947 di Mlati, Yogyakarta, adalah anak dari pasangan Bapak Johanes Wagija Djajasoedarmo dan Ibu Anna Sukinah Djajasoedarmo. Menempuh pendidikan dasar Sekolah Dasar Negeri, Plaosan, Yogyakarta (1953-1959), lalu SMP di Muntilan (1960-1963), dan SMA di Semarang (1964-1968), dan meneruskan pendidikan tinggi di Fakultas Pertanian, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Cabang Semarang (1969-1972) dengan meraih ijazah sarjana muda (B.Sc.).
Masuk Novisiat SJ di Girisonta pada 5 Januari 1973; mengucapkan kaul pertama pada 1 Januari 1975. Studi filsafat ditempuhnya di STF Driyarkara, Jakarta (1975-1977). Usai studi filsafat Frater Gondo ditugaskan menempuh tahap orientasi kerasulan dengan tugas sebagai staf tim Guru-guru Inpres se-KAS, dan tinggal di Pastoran Gedangan, Semarang selama satu tahun (1978).
Selama tiga tahun berikutnya (1979-1981) Frater Gondo belajar Teologi di Yogyakarta. Ia ditahbiskan diakon pada 28 Desember 1983, dan imam pada 30 Desember 1983, keduanya di Yogyakarta oleh Mgr. Julius Darmaatmadja, S.J., Uskup Agung Semarang. Minatnya di bidang sosial mendorong Provinsi menugaskannya pada Yayasan Purba Danarta selama dua tahun (1982-1984).
Setelah tahbisan dan selesai teologi, ia masih ditugaskan bekerja di bidang sosial ekonomi pada Yayasan Purba Danarta, dengan tinggal di Pastoran Gedangan (1984). Selama tiga tahun berikutnya (1984-1987) Romo Gondo ditugaskan sebagai pastor para pengungsi di Kepulauan Galang. Tersiat ditempuhnya di Girisonta di bawah bimbingan Pater Ferdi Heselaars Hartono (15 Mei 1987 – 15 Februari 1988).
Usai tersiat ia menerima penugasan sebagai pastor pembantu di Paroki Aimas, Keuskupan Manokwari-Sorong (1988-1993); lalu Pastor Kepala Paroki Sorong sejak 1993. Karena sakit ginjal ia dirawat di RS Nanfang, Guangzhou, Cina pada 2000; di sinilah ia menjalani transplantasi ginjal. Tahun 2000 inilah akhir tugasnya di bumi Papua, tempat ia mengucapkan kaul akhirnya di hadapan P. C. Putranta, S.J., Provinsial, pada 6 Juli 1991.
Masa pemulihan sepulang dari Guangzhou dihabiskannya di Emmaus, Girisonta. Sesudah pulih dan dianggap cukup sehat Romo Gondo mendapat penugasan dari Provinsi sebagai pastor pembantu Paroki St Stanislaus, Girisonta, khususnya pendampingan kaum buruh di wilayah Paroki BAGUS (Bedono, Ambarawa, Girisonta, Ungaran, dan Salatiga), tak terkecuali paroki-paroki sekitar Semarang.
Riwayat tugas dari kaul akhir sampai wafatnya
| Macam tugas/pekerjaan | Tempat | Tahun |
| Membantu Yay Purba Danarta | Semarang | 1982-1984 |
| Pelayanan Kaum Pengungsi Vietnam | Pulau Galang | 1984-1987 |
| Pastor Pembantu Paroki St Yusup | Ambarawa | 1987-1988 |
| Pastoral Paroki Transmigran | Sorong – Manokwari | 1988-2000 |
| Istirahat & penyembuhan | Girisonta | 2000-2001 |
| Subminister Emmaus | Girisonta | 2001-2002 |
| Pastor Pembantu Paroki St Stanislaus | Girisonta | 2002-wafat |
Pemakaman
Ekaristi requiem untuk Pater V. Sugondo dirayakan pada jumat, 27 Januari 2012 di Gereja St Stanislaus, Girisonta. Dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Getsemani, Girisonta.