Pater Lambertus van den Heuvel Sugiri lebih dikenal sebagai pastor paroki dan pastor yang melayani dan membina kelompok kerohanian Katolik Putri Sion. Imamat dihayatinya sebagai gembala dan kawan di banyak pelayanan paroki dan kategorial. Lahir di Nistelrode, 23 Desember 1930, Pater Sugiri adalah putera dari (Alm) Bapak Petrus Henricus van den Heuvel dan (Alm) Ibu Johanna van Nistelroij van den Heuvel. Ia dibaptis pada hari kelahirannya dan kemudian menerima Sakramen Krisma pada usia 10 tahun (26 Juni 1940) di Paroki Lambertus, Keuskupan ‘s-Hertogenbosch. Pendidikan dasar hingga menengah ia tempuh di Belanda. Setamat Gymnasium A, Kolese St. Norbertus Heeswijk, Belanda, ia melamar menjadi anggota Serikat Jesus.
Diterima sebagai novis SJ, ia memulai formasi novisiat SJ di Nijmegen pada 7 September 1951 dan mengucapkan kaul pertamanya pada 7 September 1953 di Novisiat St. Stanislaus, Girisonta, Ungaran. Selesai formasi novisiat, ia ditugasi untuk melanjutkan ke tahap formasi Yuniorat selama dua tahun (1953-1955) di Novisiat St. Stanislaus. Setelah itu Frater Sugiri menempuh formasi Filsafat di Yogyakarta selama 3 tahun (1955-1958).
Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) dijalani sebagai sub-moderator dan guru bahasa Latin di Seminari Menengah St. Petrus Kanisius, Mertoyudan selama tiga tahun (1958-1961). Selepas orientasi kerasulan, Frater Sugiri menjalani formasi Teologi di Yogyakarta (1961-1965). Tahbisan tonsura dan tahbisan rendah diterimanya pada 24 Juli 1958 di Ambarawa dari tangan Mgr. A. Soegijapranata SJ; tahbisan sub-diakon pada 9 April 1964 di Yogyakarta oleh Bapak Kardinal Darmoyuwono, dan tahbisan imamat pada 31 Juli 1964, juga di Yogyakarta dan dari tangan Bapak Kardinal Darmoyuwono. Selama kurang lebih satu tahun, yaitu tahun terakhir teologinya di Kolsani, Pater Sugiri membantu pelayanan pastoral di Yogyakarta dan sekitarnya.
Pater Sugiri menjalani formasi tersiatnya di Muenster, Jerman pada September 1965 s.d. Mei 1966 di bawah bimbingan P Stein, S.J. Pada 2 Februari 1969, Pater Sugiri mengucapkan kaul akhir dengan gradus coadiutor spiritualis di Gereja St. Antonius, Purbayan, Surakarta dan diterima oleh P J. Mulder, S.J.
Romo Sugiri dikenal juga sebagai pribadi yang tak mau berhenti belajar. Di samping tugas utamanya sebagai pastor paroki, beliau rajin mengikuti aneka kursus imam, workshop katekis, pekan pastoral, refresher courses, juga memberi retret bagi para imam, religius, Kongregasi Maria, dan penyegaran katekis baik di Jawa maupun luar Jawa.
Riwayat Tugas
| Prefek/Minister Kolese Kanisius | Jakarta | 1966-1967 |
| Pastor Rekan Paroki Purbayan | Surakarta | 1967-1973 |
| Pastor Paroki Dirjadipuran | Surakarta | 1973-1976 |
| Pastor Paroki Mangga Besar | Jakarta | 1976-1984 |
| Pastor Moderator Diosesan dan Kerohanian Karismatik Katolik | Jakarta | 1984-1995 |
| Pastor Rekan Paroki Katedral | Jakarta | 1995-2004 |
| Pastor Kepala Paroki St. Theresia | Jakarta | 2004-2009 |
| Pastor Rekan Paroki St. Theresia | Jakarta | 2009-2018 |
| Pastor Moderator Gerakan Kerohanian Putri Sion | Jakarta | 2009- wafatnya |
Misa Requiem dan Pemakaman
Misa Requiem diadakan pada hari Kamis, 11 Juni 2020 di Gereja St. Theresia, Jakarta. Misa pelepasan jenazah dilaksanakan hari Jumat, 12 Juni 2020 dan dilanjutkan dengan kremasi di Krematorium Oasis Jakarta. Abu kremasi kemudian dibawa ke Kolese Stanislaus, Girisonta pada waktu yang akan ditentukan.