Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

Lahir di Jakarta, pada tanggal 23 September 1915. Ayah maupun ibunya dokter gigi di Jakarta.

Ikut SD Bruderan di Jakarta 1921-1927. Kemudian selama satu tahun belajar di sekolah musik, Conservatorium di Geneva, Swiss (1927-1928). Sekolah Gymnasium diselesaikan di St. Ignatius College, Amsterdam (1928-1934).

Belajar di Universitas Amsterdam baik jurusan kedokteran maupun hukum (1934-1935). Meraih gelar SH pada tanggal 14 Desember 1941 dan selesai studi kedokteran pada 5 September 1945. Pernah menjabat sebagai advokat di kota Venlo (1942-1943) dan berpraktek sebagai dokter di RS Wilhelmina di Amsterdam (1943-1945).

Tanggal 14 September 1945, masuk Novisiat Serikat Jesus di Mariendaal, Netherland. Belajar Filsafat di Berchmanianum, Nijmegen. Selama satu tahun berfungsi sebagai pamong di Kolese St. Aloysius, Den Haag, lalu pergi ke Masstricht untum studi teologi (1949-1953). Tanggal 22 Agustus 1952 ditahbiskan imam di Maastricht.

Bulan Agustus 1983 kembali ke Indonesia dan mengikuti tahap terakhir dari pendidikan Yesuit di Girisonta di bawah pimpinan Mgr. P. J. Willekens, S.J. Kemudian selama setengah tahun ditugaskan di SGB di Ambarawa.

Sejak tahun 1955 P. van Deinse pindah ke Kolese Loyola, di mana ia akan bekerja selama 18 tahun sebagai guru, pamong, pemimpin musik, orkes, dan sebagai pencipta gamelan “Supra”. Ia mengajar kesehatan, tatanegara, ekonomi, dan agama.

Tanggal 2 Februari 1956, ia mengucapkan kaul terakhir dalam Serikat Jesus. Dari Loyola ia mulai mendirikan panti Asuhan “Wikrama Putra”

Tanggal 23 September 1965 ia disumpah sebagai Warga Negara Indonesia.

Beliau lama menjadi moderator RS St. Elisabeth di Semarang. Juga menjadi dosen bahasa Belanda di Universitas.

Sejak tahun 1973 P. van Deinse menemani pastor mahasiswa di Jl. Dr. Cipto, Semarang. Beliau juga befungsi sebagai Rektor Institut Teknologi Katolik Semarang. Bertahun-tahun beliau menjadi penasehat gerejani dalam kasus perkawinan.

Pater H. van Deinse mendirikan Tarekat Rosa Mistika.

Tahun-tahun terakhir ia secara khusus menjadi penasehat dalam bidang psikoterapi dan memperhatikan siswa-siswa, putra-putrinya di Wikrama Putra.