Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

Lahir di Limmen (Negeri Belanda) 12 Maret 1893 dan meninggal di Semarang (Jawa Tengah) 21 April 1974. Ia masuk novisiat Serikat Jesus pada 26 September 1912.

Pater Beekman ditahbiskan menjadi imam pada 10 Agustus 1922 dan mengucapkan kaul akhir pada 02 Februari 1925. Pastor Beekman tiba di Indonesia dan ditempatkan di Semarang pada tanggal 10 Januari 1925 tempat dimana ia mulai berkarya dan tetap tinggal sampai meninggalnya.

Paroki Kebon Dalem (Gang Pinggir 62) merupakan pusat lapangan kerjanya. Selama hidupnya ia selalu memberikan perhatian khusus kepada orang-orang yang menderita baik lahir maupun batin. Ia selalu siap membantu mereka yang lemah dan miskin. Walaupun ia seringkali mengalami kekecewaan (penipuan) namun ia tetap dan selalu memberikan bantuannya. Sering ia memperdengarkan tawanya yang khas dan berkata: “Lebih baik orang dengan maksud baik memberikan bantuan dan kena tipu daripada takut tertipu, bersikap prasangka dan akhirnya segan membantu!”

Dalam usaha membantu, mereka yang menderita itu ia akhirnya berhasil mendirikan rumah yatim piatu dengan penghuni yang tidak sedikit jumlahnya. Dana-dana yang dibutuhkan dicarinya sendiri.

Dengan bantuan para suster Kongregasi Penyelenggaraan Ilahi yang datang pada tahun 1937, paroki mulai berkembang dengan pesat. Sudah jelaslah segala macam soal dan kesukaran menantangnya dalam karya baru ini dan menuntut perhatian dan fikirannya. Orang yang mengenalnya dengan baik tahu, bahwa Pastor Beekman sedang menghadapi problema yang besar kalau dendangnya yang khas itu makin keras terdengar.

Pastor Beekman dikenal sebagai iman sejati. Selama hidupnya Iman, Harapan, dan Cinta Kasih yang dihayatinya sungguh-sungguh diajarkannya kepada umatnya tanpa mengenal lelah. Untuk mengembangkan keutamaan-keutamaan ini ditanamkannya kebaktian kepada Hati Kudus Yesus diantara umatnya. Kepada kita diajarkannya: “Kepercayaan kepada Hati Kudus Yesus tak akan pernah sia-sia” Tak jemu-jemunya ia mengajak umatnya hadir pada upacara saat suci menjelang Jumat Pertama setiap bulan.

Ketika pada akhirnya ia terpaksa mengundurkan diri dari paroki yang dicintainya dan tinggal di ketenangan Emmaus di Girisonta, maka kepada setiap tamu yang datang mengunjunginya ia berpesan agar mereka membantu menyelesaikan karya terakhirnya: mempersembahkan sebuah kapel kepada Hati Kudus Yesus.

Riwayat penugasan :

Berada di luar Indonesia (In Itinere)1925
Pastor Paroki GedanganSemarang1926-1927
Berada di luar IndonesiaBelanda1938
Pastor Paroki GedanganSemarang1939-1943
Internir di Kamp HalmaheraSemarang1944
Internir di Kamp Cikudapateu Bandung1945
Pastor Paroki TheresiaJakarta1946
Pastor Paroki GedanganSemarang1947-1957
Pastor Paroki Kebon Dalem Semarang1958-1959
Pastor Paroki Gedangan Semarang1960-1966
Pastor Paroki Kebon Dalem Semarang1967-1973

Ia mulai bebas dari segala tugas pada 1 Juli 1973 dan meninggal pada 21 April 1974. Dimakamkan di Taman Gestsemani, Girisonta, Ungaran.