“HambaKu yang baik dan setia, engkau telah setia dalam perkar kecil, Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuanmu” (Matius 25:21)
Di Hulst, Provinsi Zeeland, Belanda, Petrus Kijm lahir pada 28 Desember 1918 dalam keluarganya dengan dua saudara laki-laki lain.
Setelah lulus SD Piet masuk Gymnasium di Kolese St. Ignatius (1931-1937), lalu masuk novisiat Serikat Jesus pada tanggal 7 September 1937 di Mariendaal, Grave. Pada permulaan tahun kedua novisiatnya, ia diutus ke Indonesia. Masa novisiat dan junioratnya diselesaikan di Girisonta. Ia belajar filsafat di Kolese Ignatius Yogyakarta (1940-1943). Secara khusus ia menjalani masa tahun orientasi kerasulan di kamp-kamp interniran Jepang dan Republik. Pertama sebagai tawanan di Yogyakarta, Cimahi, Bandung, kemudian sampai akhir Mei 1946 di Pundong (Bantul) sebagai tawanan tentara Republik.
Tahun 1946-1950, ia belajar teologi di Maastricht dan ditahbiskan oleh Mgr. Lemmens pada 22 Agustus 1949. Setelah masa tersiat di Drongen, Belgia, ia kembali ke Indonesia lagi. Kaul akhirnya sebagai coadjutor spiritualis diucapkannya di hadapan P J. Djikstra, S.J pada 2 Februari 1952 di Bintaran, Yogyakarta.
Riwayat Penugasan :
| Mengurus Majalah Praba | 1951-1964 | |
| Memimpin Juvenat St. Alfonsus untuk para calon bruder | 1959-1964 | |
| Penasehat ikatan buruh Pancasila | 1955-1974 | |
| Penasehat rohani Ikatan Petani Pusat | 1956-1963 | |
| Pastor Pembantu Paroki St. Yosef, Bintaran | Yogyakarta | 1951-1954; |
| Pastor Kepala Paroki St. Josef, Bintaran | Yogyakarta | 1958-1964 |
| Pastor Kepala Paroki St. Antonius, Bidaracina | Jakarta | 1964-1969 |
| Pastor Kepala Paroki Maria Assumpta, Pakem | Yogyakarta | 1969-1977 |
| Pastor Paroki St. Antonius, Kotabaru | Yogyakarta | 1978-1981 |
| Paroki St. Franciscus Xaverius, Kidulloji | Yogyakarta | 1981-1984 |
| Pembesar Pastor SJ | Yogyakarta | 1976-1980 |
| Pendoa bagi Serikat Jesus dan Gereja | Girisonta | 1984-wafat |