Dilahirkan di Muntilan, 22 Mei 1933, Pater Setyakarjana adalah putera dari (Alm) Bapak Fransiskus Borgias Setyadi Setyakarjana dan (Alm) Ibu Clementia Siti Roeskinah Setyakarjana. Menerima baptis pada hari kelahirannya itu juga di Paroki St. Antonius, Muntilan. Setyakarjana kecil menempuh pendidikan dasar Sekolah Rakjat dan SMP Kanisius di Klaten (1940-1947), lalu melanjutkan pendidikan calon imam di Seminari Menengah Mertoyudan (1947-1953).
Setyakarjana masuk Novisiat Serikat Jesus di Girisonta pada 10 Agustus 1953, dan mengucapkan kaul pertamanya pada 10 Agustus 1955 di Novisiat Girisonta, Ungaran, dilanjutkan setahun mengikuti program juniorat (1956) di Girisonta juga. Setelah itu Frater Setyakarjana menempuh ara Filsafat di Yogyakarta selama 3 tahun (1957-1960).
Tahap orientasi kerasulan dijalani sebagai surveillant dan guru agama di Kolese de Britto, Yogyakarta pada 1957-1960. Selepas orientasi kerasulan, Frater Setyakarjana belajar teologi di Kolese St Ignatius, Yogyakarta (1963-1967). Tahbisan tonsura dan tahbisan rendah diterimanya pada 24 Juli 1960 di Mertoyudan dari tangan Mgr W. Schoemakers; tahbisan diakon pada 30 April, tahbisan imamat 31 Juli 1966 di Gereja St.
Antonius Kotabaru, Yogyakarta dari Justinus Kard. Darmoyuwono. Satu tahun sesudah tahbisan imamat Pater Setyakarjana menjalani tersiatnya di Drongen, Belgium (1967-1968) di bawah bimbingan Pater P. Hayen, S.J.. Kaul akhir diucapkannya pada 8 September 1972 sebagai Coadiutor Spiritualis, dan pada tanggal 15 Februari 1977 sebagai Profess Empat Kaul.
Hampir seluruh kurun hidup dan masa bakti semenjak ditahbiskan sebagai imam Jesuit dijalani Pater Setyakarjana di Sekolah Tinggi Filsafat dan Kateketik Pradnyawidya, Yogyakarta sebagai dosen kateketik; pemrasaran penataran-penataran katekis; anggota kelompok kerja penjabaran kurikulum kateketik, katekese keluarga, katekese anak; dan pustakawan perpustakaan Puskat. Pater Setyakarjana juga sangat
piawai dalam membangun relasi dengan para donatur untuk menyelenggarakan pendanaan pusat kateketik. Yang pasti tak terlupakan adalah perhatian personalnya yang khas. Dalam surat tertanggal 24 Juli 2003, Pater Jenderal Peter-Hans Kolvenbach, S.J. menyampaikan apresiasi kepada Pater Setyakarjana yang saat itu merayakan 50 Tahun hidupnya dalam Serikat Jesus, “Your affectionate care for students evidently
shows that you have been totally ‘a man for others’ and a living witness of a very simple Jesuit. The students had come from different parts of Indonesia and from different religious congregations of Brothers and Sisters. You paid special attention to them for the better achievement of their study. You really carried out ‘cura personalis’ for the students.”
Riwayat Tugas
| Dosen Kateketik di Sekolah Tinggi Filsafat dan Kateketik Pradnyawidya dan Universitas Sanata Dharma | Yogyakarta | 1969-1999 |
| Direktur Pusat Kateketik | Yogyakarta | 1974-1988 |
| Ketua Program Workshop dan Pelatihan Kateketik | Yogyakarta | 1974-1992 |
| Sekretaris dan Fundraiser untuk Komisi Kateketik KWI | 1975-1980 | |
| Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang | Magelang | 1984-1992 |
| Menjalani Tahun Sabatikal | 1988-1989 | |
| Bapa Pengakuan bagi 5 Kongregasi Suster | Yogyakarta | 1992-wafat |
| Pustakawan Perpustakaan Puskat | Yogyakarta | Mulai 1992 |
| Pendoa bagi Serikat | Girisonta | 6 April 2015-wafat |
Ekaristi Requiem dan Pemakaman
Misa Requiem dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2015 di Kapel Maria della Strada, Kampus IPPAK, Jl. A. Jazuli No. 2, Kotabaru, Yogyakarta dan pada Rabu, 8 April 2015 di Gereja St. Stanislaus Kostka, Girisonta, Karangjati, Ungaran. Dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Karangjati, Ungaran