Lahir di Yogyakarta, 25 Desember 1941, Mgr. Sunarka adalah putera dari (Alm) Bapak Sakarias Wagijo Soetadikrama dan (Alm) Ibu Elisabeth Ngadiyah Soetadikrama. Ia menerima Sakramen Baptis pada umur 11 tahun di Paroki St. Petrus dan Paulus, Klepu dan setahun kemudian (1953), ia menerima Sakramen Krisma, juga di Paroki Klepu. Mgr. Sunarka menempuh pendidikan dasar di Klepu, Yogyakarta (1949-1954), lalu melanjutkan pendidikan calon guru di SGB Ambarawa (1954-1958) dan kemudian melanjutkan di SGA Ambarawa (1959-1962). Dalam rentang antara tahun 1958-1962, sambil belajar di SGA dan juga mengajar, Mgr. Sunarka mencari tambahan penghasilan sebagai pedagang di pasar Ambarawa. Merasa tertarik untuk menjadi imam, ia kemudian mendaftar di Kelas Persiapan Atas (KPA) di Seminari Menengah St. Petrus Kanisius, Mertoyudan (1962-1963).
Setamat KPA di Seminari Mertoyudan, Sunarka muda mencoba melamar menjadi anggota Serikat Jesus. Lamarannya diterima dan ia mulai menjalani masa formasi awal di Novisiat St. Stanislaus Kostka, Girisonta pada 7 September 1963. Kaul Pertama ia ucapkan pada 8 September 1965 dan kemudian ia melanjutkan ke tahap formasi filsafat selama tiga tahun di kota Nijmegen, Belanda (1966-1969). Usai formasi filsafat, lantas P Soenarja, Provinsial, mengutusnya untuk menjalani Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) di Yayasan Pendidikan Kanisius Cabang Surakarta (1969-1971). Formasi teologi ia tempuh di Institut Filsafat dan Teologi Kentungan selama empat tahun (1971-1975). Selesai teologi, ia menerima tahbisan diakon dari tangan Mgr. Justinus Kardinal Darmoyuwono pada 17 September 1975 dan pada 3 Desember 1975, ia ditahbiskan menjadi imam di Gereja St. Antonius Kotabaru, juga oleh Kardinal Darmoyuwono. Dua puluh lima tahun kemudian, pada 8 September 2000, ia ditahbiskan menjadi Uskup Purwokerto.
Setelah tahbisan imamat, Pater Sunarka diutus untuk berkarya sebagai Pastor Paroki St. Martinus, Weleri selama lebih kurang dua tahun (1975-1977). Setelah itu, ia menjalani Tersiat atau tahap formasi akhir dalam Serikat Jesus di Kolese St. Stanislaus Kostka, Girisonta dari 15 Januari – 30 Juni 1977. Setahun kemudian, ia mengucapkan kaul akhir dengan gradus profess empat kaul di Semarang dan diterima oleh Pater Soenarja, S.J.
Setelah kaul akhir, Pater Sunarka diutus untuk berkarya di berbagai bidang pelayanan, baik formasi maupun gubernasi Provinsi dan Dioses.
| Sekretaris & Ekonom KAS | Semarang | 1977-1985 |
| Anggota Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Kanisius | Semarang | 1978-1991 |
| Anggota Komisi Formasi Provindo | 1983-1990 | |
| Rektor Seminari Tinggi Kentungan | Yogyakarta | 1985-1990 |
| Bendahara Yayasan Sanata Dharma | Yogyakarta | 1986-1994 |
| Bendahara & Anggota Yayasan Realino | Yogyakarta | 1987-1990 |
| Ekonom Provindo | Semarang | 1991-1996 |
| Anggota Badan Pengurus Yayasan Sanata Dharma | Yogyakata | 1994-1996 |
| Anggota Komisi Kerasulan Sosial | 1997-2000 | |
| Pater Unit Kramat VI | Jakarta | 1996-2000 |
| Uskup Purwokerto | Purwokerto | 2000-2017 |
| Pendoa bagi Gereja dan Serikat di Wisma Emmaus | Ungaaran | 2017-wafatnya |
Mgr. Sunarka dikenal sebagai seorang pribadi dan Jesuit yang hangat dengansemua orang. Sebagai Uskup Purwokerto, ia aktif membina hubungan dengan semua lapisan masyarakat dalam memajukan_ kesejahteraan bersama. Kemampuannya untuk mencari sumber dia gunakan untuk menemukan sumber-sumber air bersih bagi masyarakat yang meminta bantuannya.
Sejak 26 Desember 2016 atau empat hari menjelang ulang tahunnya yang ketujuh puluh lima, Mgr. Sunarka mengajukan permohonan pengunduran diri ke Vatikan. Setelah pengundaran dirinya diterima, tahun 2017 beliau kemudian berpindah ke Wisma Emmaus, Girisonta, tempat para Jesuit senior. Di tempat itu, beliau meneruskan tugas perutusannya untuk berdoa bagi Gereja dan Serikat Jesus sampai wafatnya.
Misa Requiem dan Pemakaman
Misa Requiem diadakan pada Sabtu, 27 Juni 2020 di Gereja St. Stanislaus Kostka, Girisonta, Ungaran, dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran.