Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

Pater Adi Wardaya lahir pada 31 Maret 1949 di Karanganom, Klaten, Jawa Tengah, anak dari pasangan orangtua Bapak Victorianus Samsu Adi Wardaya (RIP 1970) dan Ibu Theresia Sumiati (RIP 1990).

Sebelum masuk Serikat Jesus, Bambang Tri Atmoko (nama kecil Rm Adi Wardaya) menempuh pendidikan dasar di SD Kanisius (1955-1961). Kemudian masuk SMP dan SMA Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang (1961-1969). Lulus Seminari Mertoyudan ia masuk Novisiat Serikat Jesus di Novisiat St Stanislaus, Girisonta pada 5 Januari 1970; mengucapkan kaul pertama pada 6 Januari 1972 di Girisonta.

Frater Adi Wardaya belajar filsafat di selama 2 (dua) tahun di STF Driyarkara, Jakarta (1972-1973). Belajar media massa pada Sanggar Prathivi, Jakarta (1973), dan nyantrik di Majalah Utusan, Jakarta (1972-1973). Formasi TOK memberinya tugas mengajar di Asrama Realino, Yogyakarta (1975-1976). Selesai TOK ia belajar Teologi di Yogyakarta (1976-1979); menerima tahbisan imam pada 8 Desember 1978 di Yogyakarta.

Sebagai imam muda Rm Adi Wardaya ditugaskan menjadi Moderator PMKRI & Koordinator Guru Agama Perguruan Tinggi bertempat tinggal di Realino, Jl. Gejayan, Yogyakarta selama 4 (empat) tahun (1979-1983). Pengalaman awal sebagai imam muda ini rupanya cukup untuk menyiapkannya menempuh tugas baru berikutnya, yaitu Studi Pastoral Sosial di Asian Social Institute, Manila selama 4 (empat) tahun berikutnya (1984-1988) setelah menempuh tahap tersiat di Philippines (1984) dengan Instruktur Pater Thomas O’Gorman, S.J. Usai studi khusus ini Rm Adi Wardaya ditugaskan menjadi Pastor Mahasiswa Surakarta, Koordinator Kuliah-Kuliah Agama Universiter dan tetap sebagai Moderator PMKRI, 1988-1997. Rm Adi Wardaya mengucapkan Kaul Akhir di Rumah Retret Panti Semedi, Klaten, 15 Agustus 1989 di hadapan Pater Provinsial, F.X. Danuwinata, S.J.

Riwayat tugas dari kaul akhir sampai wafatnya.

Superior Nostrorum in Diaspora SurakartaSurakarta1994-1997
Pastor Mahasiswa Surakarta dan Moderator PMKRI SoloSurakarta1988-1997
Direktur Civita Youth Camp, JakartaJakarta1998-2002
Koordinator SJ yang berkarya dalam kemahasiswaan KAJJakarta1998-2003
Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan KWIJakarta2002-2008
Pemulihan kesehatan di Kolese KanisiusJakarta2008-RIP

Hingga wafatnya, dan dalam keadaan sakitnya, Rm Adi Wardaya tak henti mendorong dan mendesak orang-orang di sekitarnya dan mereka yang dilayani dan dijumpainya untuk berjuang dan melakukan gerakan. Dan gerakan yang dimaksudkan adalah gerak yang koordinatif, bukan gerakan spontan sendiri-sendiri. Dalam hal ini Rm Adi akan dikenal sebagai sosok penggiat gerakan Active Non-Violence. Konsistensi sikap dan kata-katanya membakar, menular, dan mengendap dalam diri masing-masing anak didiknya. Mahasiswa-mahasiswi yang ia dampingi akan senantiasa teringat akan pesan-pesannya:

“  Hai, murid-murid dan sahabatku. Aku berpesan kepadamu: Jagalah persaudaraan antar dan lintas-komunitas di antara kita semua. Lanjutkan apa saja gerakan-gerakan yang sudah kita bangun selama ini! Dokumentasikan dan publikasikan bukti-bukti, catatan-catatan, dan hasil pembelajaran selama 30 tahun terakhir! Itu karya-karya kecil dan sederhana, namun perlu dimunculkan agar dibagikan dan diteruskan. Move on! “

Rm Adi Wardaya, selamat jalan dan bertemu dengan Sang Penggerak!

Tuguran dan Misa Requiem untuk Rm J. Adi Wardaya

Tuguran dilakukan pada Kamis, 8 Desember 2011 di Kapel Kolese Kanisius, Jakarta. Ekaristi Requiem dilakukan pada Jumat, 9 Desember 2011 di Kapel Kolese Kanisius, Jakarta dan pada Sabtu, 10 Desember 2011 di Gereja St. Stanislaus, Girisonta. Pemakaman dilangsungkan usai Ekaristi Requiem di Gereja St Stanislaus, Girisonta, 10 Desember 2011.