Studi filsafat selama tiga tahun (1952-1955) di Yogyakarta. Tahun orientasi kerasulan sebagai Katekis di Kotabaru, Yogyakarta (1955-1958). Belajar teologi di Yogyakarta pada 1958-1962. Menerima tahbisan tonsura dan tahbisan rendah dari tangan Mgr. Willekens pada 24 Juli 1955; subdiakon pada 15 April 1961 dari Mgr. A. Soegijapranata, S.J di Yogyakarta; diakon pada 16 April 1961 dari Mgr. A. Soegijapranata, S.J di Yogyakarta; dan imam pada 22 Agustus 1961 dari tangan Mgr. A. Soegijapranata, S.J di Yogyakarta. Setelah tahbisan imam, Pater Hovens melanjutkan belajar teologi. Pada 1 Juli 1962, Pater Hovens menjadlani tahap akhir pembinaannya sebagai Jesuit dalam tersiat di Girisonta, Ungaran hingga 30 Juni 1963 di bawah bimbingan Mgr. Willekens, S.J. Kaul akhir sebagai Coadjutor Spiritualis diucapkannya di hadapan P Kurris, S.J pada 2 Februari 1964 di Spanbeek. Lalu dilanjutkan dengan kaul akhir sebagai Profession of four vows diucapkannya di hadapan P Suradibrata, S.J pada 1 Januari 1980 di Girisonta, Ungaran.
Hidup dan pekerjaan sejak kaul akhir hingga akhir hayatnya sebagai berikut :