Barangkali ungkapan ini cukup untuk menggambarkan siapa Pater Josephus Almering: Hidup Pater Almering dihabiskan di ATMI Surakarta! Sejak kepindahannya masuk ke Indonesia tahun 1972 almarhum bekerja dan tinggal di ATMI Surakarta. Tak pernah pindah tugas. Tak pernah pindah tempat tinggal.
Menerima sakramen baptis pada hari kelahirannya, 11 Oktober 1920, di Valkenswaard, Noord Brabant, Nederland, Pater J. Almering adalah putera dari (Alm) Bapak Joseph Johannes Henricus Almering dan (Alm) Ibu Anna Cornelia Geers Almering. Menempuh pendidikan dasar L.O. di Eindhoven (1926-1933); H.B.S selama lima tahun di Eindhoven (1933-1938), lalu melanjutkan ke H.T.S. Afd. W. Hogere Technische School (1938-1941). Lulus dari sekolah teknik ini beliau bekerja di NV Philips, Eindhoven selama satu tahun (1941-1942) sebagai konstruktor, lalu tiga tahun di NV Henschel, Kassel Duitsland (1942-1945) juga sebagai konstruktor.
Pekerjaannya sebagai konstruktor tidak membungkam suara hatinya untuk mendengar panggilan Tuhan. Pada 14 September 1945, pada usia 25 tahun, Josephus Almering menapak hidup barunya dengan masuk Novisiat SJ di Mariëndaal, Grave, Nederland; kaul pertama diucapkannya pada 15 September 1947, dilanjutkan dengan tahun juniorat (1946-1947).
Studi filsafat ditempuhnya selama dua tahun (1947-1949) di Nijmegen, Berchmanianum. Serikat menugasinya sebagai surveillant yang mengajar di St Canisius College, Nijmegen dan administrasi sekolah (1949-1952) selama tahap orientasi kerasulannya. Selesai TOK, Fr Almering menempuh studi teologi di Maastricht Kanisianum (1952-1956) dengan hasil yang baik.
Menerima tahbisan tonsura (1949), tahbisan rendah (1949), dan subdiakon (1955) di Nijmegen; tahbisan diakon (1955) dan imamat (22 Agustus 1955) dari tangan Mgr Lemmens di Maastricht. Tersiat sebagai tahap akhir pembinaan sebagai Jesuit ditempuhnya pada 1956-1957 di Wepion, dan mengantarnya pada pengikraran kaul akhirnya sebagai Jesuit coadiutor spiritualis pada 2 Februari 1958 di Amsterdam. Namun pada 22 Januari 1980 Serikat menerima ikrar kaulnya sebagai profes 4 kaul di hadapan P P. Suradibrata di Purbayan, Solo.
Pada 17 Mei 1972 ia menerima perutusan ke Indonesia. Tugas pertama yang ia emban adalah asisten direktur ATMI/STM, dengan P Casutt sebagai direktur. Sejak itulah tanah Surakarta seolah tak hendak mau melepasnya.
Riwayat tugas dari kaul akhir sampai wafatnya
| Asisten Jengdzorgwerk in “Jordaan” Claverhuis | Amsterdam | 1957-1963 |
| Direktur Broeders-juvenaat St Jozep | Nijmegen, Berchmanianum | 1963-1967 |
| Ekonom dan studi teknik | Heeze, Retraitehuis | 1967-1972 |
| Asisten Direktur ATMI/STM | Surakarta | 1972-… |
| Superior Kolese St Mikael | Surakarta | 1 Ags 1982-1 Jul 1990 |
| Superior Nostrorum in diaspora Surakartensibus | Surakarta | 1 Jan 1997-1 Jan 1998 |
| Pendoa bagi Serikat Jesus dan Gereja | Emmaus, Girisonta | 1 Jan 2007 |
Pemakaman
Ekaristi requiem akan diadakan di Gereja St. Stanislaus Girisonta pada Kamis, 16 Agustus 2007 dan dilanjutkan dengan pemakaman.