Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

Dilahirkan pada 26 Oktober 1911 di Amsterdam, Pater Dijkstra adalah putra dari (Alm) Bapak Gerard Djikstra dan (Alm) Ibu Dora Maria Kilsdonk; menerima sakramen baptis di Rusland, Amsterdam (28 Oktober 1911) dan penguatan di Papegaai, Amsterdam. Ia menempuh pendidikan dasar di Amsterdam (1918-1924), pendidikan menengah pertama di Mulo B, Amsterdam (1924-1927), pendidikan menengan atas di STM, Amsterdam (1927-1930), dan Gymnasium A di Amsterdam (1931-1933).

Masuk Novisiat Serikat Jesus pada 7 September 1933 di Mariendaal, Grave, Nederland dan datang di Indonesia pada 13 September 1934. Ia mengucapkan kaul pertamanya pada 8 September 1935 di Girisonta, Ungaran. Tahun juniorat ditempuh selama satu tahun (1935-1936) di Girisonta, Ungaran.

Studi filsafat selama tiga tahun (1936-1939) di Yogyakarta. Tahun orientasi sebagai subpraefectus di Kolese Kanisius, Jakarta. Pater Dijkstra sempat ditahan di kamp Jepang di Muntilan, Salatiga, Bandung, dan kamp Indonesia di Pundung Yogyakarta (1943-1945). Selama dalam tahanan, masih berusaha untuk belajar teologi.

Belajar teologi sesungguhnya dilakukan di Maastricht, Nederland (1946-1948). Menerima tahbisan tonsura dan rendah pada 19 Oktober 1939 oleh P Willekens, S.J; subdiakon dan diakon pada 27 Oktober 1939 dari tangan Mgr. Willekens, S.J di Jakarta; dan imam pada 22 Agustus 1947 dari tangan P A. Verwimp, S.J. di Maastricht, Nederland. Setelah tahbisan imam, Pater Dijkstra masih melanjutkan studi teologi hingga tahun 1948; dan pada tahun yang sama menjalani tahap akhir pembinaannya sebagai Jesuit dalam tersiat di Drongen, Belgia hingga tahun 1949. Kaul akhir sebagai profession four vows diucapkannya di hadapan P U. Thiel, S.J pda 2 Februari 1951 di Bintaran, Yogyakarta.

Hidup dan pekerjaan sejak kaul akhir hingga akhir hayatnya sebagai berikut :

Pastor Pembantu Paroki BintaranYogyakarta1949-1952
Pastor Kepala Paroki GedanganSemarang1952-1956
Sekretaris Uskup Mgr.Soegijapranata, S.JSemarang1952-1956
Sekretaris bagian Sosial MAWI1955-1972
Secara bergantian menjadi Pastor Kepala dan Pastor Pembantu di Paroki RandusariSemarang1956-1968
Kursus sosial di Loyola Universitas Chichago1957
Mendampingi Mgr. A. Soegijapranta, S.J ketika “ad limina” menghubungi Sri Paus1960
Cuti Belanda1965
Menangani karya kerasulan sosial “Ikatan Petani Pancasila”Semarang1968
Anggota SELA (Komite pengembangan hidup Sosial Ekonomi di Asia)1968-1972
Sekretaris Eksekutif SELAManila1972
Sekretaris KOPTARI (Konferensi Pemimpin Tarekat Religius Indonesia) tinggal di Kolese KanisiusJakarta1977
Pembimbing rohani dan tim pembimbing mahasiswa di Seminari Agung SinaksakSumatera Utara1988-1991
Pembimbing rohani skolastik Jakarta1991 – 2002
Admonitor untuk Superior Kolese KanisiusJakarta1995-2002
Pendoa bagi Serikat Jesus dan GerejaGirisonta2002-wafat

Minggu, 15 September 2002 beliau di bawa ke RS St. Carolus, Jakarta setelah menerima sakramen pengurapan orang sakit di Kolese Kanisius, Jakarta. Selasa, 17 September 2002 kondisi kesehatannya mulai memburuk lalu mendapat perawatan intensif di ruang ICU RS St. Carolus, Jakarta. Setelah beberapa hari kesehatannya mulai membaik, pada tanggal 30 September 2002, beliau berpindah tempat tinggal ke Wisma Emmaus, Girisonta, Ungaran, dengan tugas baru sebagai pendoa bagi Serikat dan Gereja Indonesia.

Karena sakitnya dan usia yang telah lanjut, maka pada Sabtu, 10 Mei 2003, pukul 23.00 beliau dipanggil menghadap Bapa di Surga di RS St. Elisabeth, Semarang.

Pemakaman

Misa Requiem untuk Pater J. Dijkstra, S.J dirayakan di Gereja St. Stanislaus Kostka, Girisonta, Ungaran pada hari Senin, 12 Mei 2003, pukul 10.00, dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Getsemani, Girisonta, Ungaran.