Dilahirkan pada 28 Oktober 1923 di Zaandam, Nederland, Pater Stormmesand adalah putra dari (Alm) Johan Petrs Stormmesand dan (Alm) Maria Barbara Merkens; menerima sakramen baptis di Zaandam, Haarlem (30 Oktober 1923) dan penguatan di D.L. Vrouw van Lourdes, Nijmegen (1930). Ia menempuh pendidikan dasar Lagere school di Bruderan FIC Nijmegen (1929-1935) dan pendidikan gymnasius di Canisius College, Nijmegen (1935-1942).
Masuk Novisiat Serikat Jesus pada 7 September 1942 di Mariendaal, Grave; dan mengucapkan kaul pertamanya pada 8 September 1944 di tempat yang sama. Tahun juniorat ditempuh selama satu tahun (1944-1945) di Nuenen.
Studi filsafat ditempuh selama tiga tahun (1945-1948) di Berchmanianum, Nijmegen. Tahun orientasi kerasulan sebagai surveillant di S.G.B Ambarawa (1948-1951) dan Bapak Asrama Guru S.G.B. Muntilan (1951-1952).
Belajar teologi pada 1952-1956 di Maastricht. Menerima tahbisan tonsura dan tahbisan rendah dari tangan Mgr. Mutsserts (Uskup Den Bosch) pada 11 Agustus 1948 di Nijmegen; subdiakon dan diakon dari tangan Mgr. Hanssens pada 30 dan 31 Mei 1955 di Maastricht; dan imam dari tangan Mgr. Lemmers (Uskup Roermond). Setelah meneria tahbisan imamnya, Pater Stormmesand melanjutkan studi teologinya hingga tahun 1956; dan pada September di tahun yang sama menjalani tahap akhir dari pembinaannya sebagi Jesuit dalam tersiat di St. Andra imlavanthal, Oesterreicht hingga Juli 1957 di bawah bimbingan RP Heymeyer. Kaul akhir sebagai coadjutor spiritualis diucapkannya pada 3 Februari 1958 di Girisonta, Ungaran.
Riwayat penugasan selama berada di Indonesia :
| Pastor Paroki Girisonta | Ungaran | 1958-1959 |
| Pastor Pembantu Kotabaru dan moderator MKI | Yogyakarta | 1959-1961 |
| Pastor pembantu Kotabaru mempersiapkan paroki Baciro | Yogyakarta | 1961-1966 |
| Pastor Baciro | Yogyakarta | 1963-1966 |
| Pastor Paroki Ganjuran | Yogyakarta | 1966-1972 |
| Delegatus Socialis Keuskupan Agung Semarang | Semarang | 1972-1979 |
| Pastor Paroki Baturetno | Surakarta | 1980-1991 |
| Pastor pembantu Paroki Baturetno | Surakarta | 1991-1995 |
| Pastor paroki Karanganyar | Surakarta | 1995-1998 |
| Pastor Paroki Wonosari | Yogyakarta | 1998-wafat |
Dalam gereja yang mulai dihias untuk perayaan Natal, kita berpisah dengan Pater Jan Stormmesand; Pastor Paroki di Girisonta, Kotabaru, Baciro, Ganjuran, dan menjadi Koordinator Kerasulan Sosial, menggerakkan keterlibatan sosial paroki-paroki di Keuskupan Agung Semarang pada nasib orang-orang kecil; pastor paroki Baturetno dan Danan. Dalam usia 73 tahun ia membantu Paroki Karanganyar, Solo, dan di Wonosari. Di tempat manampun Pater Jan Stormmesand membawa kabar gembira Allah yang dekat pada manusia.
Di awal adven, waktu umat kristiani mempersiapkan diri untuk merayakan kelehiran Tuhan, Pater Stormmesand harus masuk rumah sakit Panti Rapih untuk dioperasi; ia dirawat penuh perhatian, namun dengan hatinya yang berdia, ia malah meneguhkan mereka yang merawat dia: Aku siap – katanya – untuk melayani Tuhan, kembali di Wonosari, atau untuk menghadap Tuhan, kalau Ia berkenan memanggil aku. Di tempat manapun, Pater Stormmesand tahu mengabdi Tuhan yang mendatangi kita.
Di saat, umat siap-siap untuk pesta natal, Pater Stormmesand bergegas menyongsong Tuhan dengan hati gembira, penuh syukur. Untuk menyongsong Tuhan, kita diciptakan; dan hati kita rindu, sampai beristirahat dalam Tuhan. Tuhan hadir dan dekat pada Pater Stormmesand yang menjadi imam untuk mengabdi Tuhan; Tuhan dekat pada umat di mana Pater Stormmesand menjadi gembala dan pengantara: di antara umat yang terdesak dan terpinggirkan oleh proyek pembangunan; di kota ini, di mina Pater Stormmesand merintis Paroki Baciro; dan di Ganjuran, di mana Pater Stormmesand menemani dan meneguhkan orang Jawa dalam berdoa dan berbakti pada Yesus Kristus. Dengan tidak kenal lelah Pater Stormmesand mengunjungi umat yang tersebar di dusun-dusun Gunung Kidul dan mengumpulkan mereka menjadi keluarga Allah.