Dilahirkan pada 12 Desember 1910 di Amsterdam, Pater Reijnders adalah putra dari (Alm) Bapak Joannes Reynders dan (Alm) Ibu Joanna Catharina Schneider; menerima sakramen baptis di S. Bonifatius, Haarlem (1910) dan penguatan di tempat yang sama (1919). Seusai SD di Amsterdam, beliau masuk Kolese Ignatius, Amsterdam dan menyelesaikan studi HBS yang disusul dengan satu tahun studi bahasa latin dan yunani (1917-1930).
Masuk Novisiat Serikat Jesus pada 7 September 1930 di Mariendaal; dan mengucapkan kaul pertama pada 22 September 1932 di Girisonta, Ungaran setelah mendarat di Indonesia. Tahun juniorat ditempuh selama satu tahun (1932-1933) di Girisonta, Ungaran.
Studi filsafat ditempuh selama tiga tahun (1933-1936) di Yogyakarta. Tahun orientasi kerasulan dijalani sebagai guru bahasa di Girisonta (1936-1938) sekaligus mengajar sebagai katekis di kampung-kampung sekitar; dan surveillant di Kolese Kanisius, Jakarta (1939).
Belajar teologi di Maastricht pada 1939-1943. Tahbisan tonsura dan tahbisan rendah diterimanya dari tangan Mgr. P.J. Willekens pada 27 Juli 1936 di Yogyakarta; subdiakon dan diakon diterimanya dari tangan Mgr. Lemmens pada 11 dan 12 Mei 1942 di Valkenburg; dan imam diterimanya dari tangan Mgr. Lemmens pada 13 Mei 1942 di Valkenburg. Setelah menerima tahbisan imamnya, Pater Reijnders melanjutkan studi teologinya hingga 1943; dan pada tahun yang sama menjalani tahap akhir pembinaannya sebagai Jesuit dalam tersiat di Mariendaal hingga 1944 di bawah bimbingan P Heymeyer, S.J. Kaul akhir sebagai coadjutor spiritualis diucapkannya pada 2 Februari 1945 di Nijmegen.
Penggemar sepak bola ini sejak masih menjadi frater sangat giat menjadi seorang katekis. Sekitar 10.000 orang dipermandikannya selama 50 tahun imamatnya. Sampai usia lanjut ia tetap setia dalam mendampingi para katekumin, mempersiapkan pasangan untuk pernikahan tugas penggembalaan lain. Alunan musik klasik, permainan catur atau sajian sepak bola di layar kaca adalah hobby yang disukainya hingga akhir di sela-sela doanya yang tak kunjung padam bagi Serikat dan Gereja di Wisma Emmaus.
Riwayat Penugasan :
| Pastor Paroki Katedral | Jakarta | 1946-1952 |
| Redaktur majalah Hidup | Jakarta | 1946-1952 |
| Pastor Paroki Ambarawa | Ambarawa | 1952-1957 |
| Pastor Paroki Kalasan | Yogyakarta | 1957-1963 |
| Pastor Paroki Muntilan | Muntilan | 1963-1972 |
| Pastor Paroki Kumetiran | Yogyakarta | 1973-1979 |
| Pastor Pembantu Purbayan | Surakarta | 1979-1991 |
| Pendoa bagi Serikat Jesus dan Gereja | Girisonta | 1991-wafat |