Pater Madyasusanta dilahirkan di Yogyakarta, 18 November 1937, dari pasangan suami-istri (Alm) Bapak Ngadi Hardjoprawita dan (Alm) Ibu Pairah Hardjoprawita dan dibaptis pada usia 1 tahun (26 Maret 1948). Ia menempuh pendidikan SD dan SMP (di SMP Bruderan) di
Yogyakarta, lalu langsung melanjutkan pendidikan calon imam di Seminari Mertoyudan (1950-1957).
Masuk Novisiat Serikat Jesus di Girisonta pe 7 September 1957, dan mengucapkan kaul pertamanya pada 8 September 1959 di Novisiat Girisonta, Ungaran, dilanjutkan dua tahun juniorat sebagai tahun propedeutik filsafat (1959-1961) di Girisonta. Usai juniorat, Frater Madyasusanta menjalani formasi tahap filsafat di Pontifical Atheneum, Poona, India selama tiga tahun (1961-1964).
Tahap orientasi kerasulan dijalani dengan persiapan studi lanjut (April-Juli 1964). Serikat memberinya tugas belajar Filologi Klasik di Fakultas der Wysbegurk en Latteren di Katholieke Universiteit te Leuven, Belgia (1964-1968) dan meraih gelar licensiat.
Selepas studi tersebut Frater Madyasusanta kembali ke Tanah Air dan mulai memasuki formasi teologi di Yogyakarta (1969-1972). Di Yogyakarta inilah ia menerima tahbisan diakon (5 Desember 1971) dan imamat (6 Desember 1971) dari tangan Justinus Kard.
Darmoyuwono, Uskup Agung Semarang.
Sebagai imam dan filolog klasik, Pater Madyasusanta mengabdikan dirinya selama delapan tahun untuk pendidikan para calon imam, yaitu sebagai guru bahasa Latin dan Direktur Seminari Menengah Mertoyudan. Setelah itu, selama enam tahun Pater Madyasusanta melayani Paroki Purbayan, Surakarta, sebagai Pastor Paroki. Tiga belas tahun berikutnya dijalani Pater Madyasusanta untuk pelayanan pendidikan bahasa di IKIP Sanata Dharma. Beliau juga menjabat Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Sanata Dharma. Mulai tahun 1998, beliau ditugaskan kembali di Seminari Menengah Mertoyudan, yang kali ini dijalani selama enam belas tahun. Mulai tahun 2014, Pater Madyasusanta tinggal di Wisma Emmaus, Girisonta, menjalani tugas sebagai Pendoa bagi Gereja dan Serikat sampai dengan wafatnya.
Pater Madyasusanta menjalani tersiatnya di Girisonta selama 10 bulan (1976) di bawah bimbingan P. A. Soenarja, S.J. Pada 2 Februari 1978 Pater Joannes Madyasusanta mengucapkan kaul akhir sebagai Coadjutor Spiritualis di Seminari Menengah St. Petrus Kanisius Mertoyudan di hadapan Provinsial P. Paulus Suradibrata, S.J.
Riwayat Tugas Pater J. Madyasusanta, S.J.
Asisten Direktur Seminari Mertoyudan Magelang 1971-1974
Direktur Seminari Mertoyudan Magelang 1974-1979
Pastor Rekan Paroki St. Antonius Purbayan Surakarta 1979-1980
Pastor Kepala Paroki St. Antonius Purbayan Surakarta 1980-1985
Anggota Komisi Pastoral Provinsi – 1983-1985
Anggota Staf Pengajar IKIP Sanata Dharma Yogyakarta 1985-1998
Anggota Staf Pengajar Seminari Mertoyudan Magelang 1998-2014
Pendoa bagi Gereja & Serikat Girisonta 2014 – wafatnya
Pemakaman
Ekaristi Requiem diadakan pada Sabtu, 16 Desember 2017 di Gereja St. Stanislaus Kostka, Girisonita, Bergas, Ungaran, dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran.