Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

Bruder Blonde dilahirkan pada 17 Februari 1892 dan masuk dalam serikat Jesus pada 26 September 1918. Beliau mengucapkan kaul akhir pada 2 Februari 1929. Pada 23 Juni 1932 Bruder Blonde pertama kali datang ke Indonesia, dan dikirim ke Girisonta sebagai manuductor untuk mendidik para Bruder Indonesia. Ia bekerja di Girisonta hingga tahun 1936. Setelah itu dipindahkan ke Kolese Ignatius, Yogyakarta hingga tahun 1940 sebagai custos vestium. Antara tahun 1940-1942 Br. Blonde bekerja di Kolese Kanisius, Jakarta dan kemudian dipindahkan ke Katedral, Jakarta setelah tahun 1945 sebagai penerima tamu.

Sejak tahun 1950 sampai meninggalnya, Br. Blonde bekerja di Kolese Kanisius. Br. Blonde telah kerasan di Indonesia dan ia ingin juga meninggal di Indonesia. Waktu pergi untuk cuti yang kedua kali (1967) ia sebenarnya diberi kesempatan untuk menetap di Nederland atau Indonesia. Dan dengan senang hati ia memilih kembali ke Indonesia.

Bruder Blonde sangat mencintai pekerjaannya. Segala dilakukannya dengan penuh kesederhanaan. Penuh perhatian akan sesama anggota, menerima dengan senang hati dan penuh kesabaran akan kekurangan-kekurangan orang lain. Kesederhanaan ini kiranya yang menarik orang dan pandai membawakan diri dalam pergaulan bahkan dengan anak-anak kecil yang sangat dicintainya. Ketika sore hari, ia tidak pernah lupa meninjau ke kampung-kampung dan selalu dikerumuni oleh anak-anak. Br. Blonde tidak pernah marah kalau diejek, malah teman-teman nostri berani mengatakan bahwa ia tidak merasa senang dan gembira kalau tak ada orang yang mengejeknya. Kiranya hampir setiap anggota Serikat di Indonesia ini telah pernah mendengar salah satu dari cerita lucunya. Dalam hidup sehari-hari ia sangat setia akan latihan-latihan rohani. Ia pernah mengatakan bahwa ia merasa sedih waktu penglihatannya berkurang sehingga sukar membaca, karena hal ini berarti ia tidak dapat lagi membaca buku-buku rohani yang sebelumnya selalu dilakukan sendiri.

Segala kesulitan, penderitaan pada akhir-akhir hidupnya selalu diterimanya dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Dan Tuhan telah memanggilnya untuk menikmati hasil karyanya dan kebahagiaan yang telah disediakan oleh Bapa.

Riwayat Penugasan :

Rumah tangga (bruder) – GirisontaGirisonta1932-1936
Rumah tangga (bruder) – Kolsani Yogyakarta1936-1940
Rumah tangga (bruder) – Kolese Kanisius Jakarta1940-1942
Rumah tangga (bruder) – Kolsani Yogyakarta1942-1943
Internir (bruder) – Kamp. BentengYogyakarta1943-1944
Internir (bruder) – KampCimahi 1944-1945
Rumah tangga (bruder) – Pastoran Theresia Jakarta1945-1946
Rumah tangga (bruder) – Pastoran Katedral Jakarta1946-1949
di luar Indonesia Belanda1949-1950
Rumah tangga (bruder) – Kolese Kanisius Jakarta1950-1951
Rumah tangga (bruder) – Pastoran Gunung SahariJakarta1951-1952
Rumah tangga (bruder) – Kolese Kanisius Jakarta1952-1969

Beliau meninggal pada 24 Juni 1969 di Jakarta. Beliau sempat dimakamkan di Jakarta namun, sekarang telah dipindahkan ke Taman Getsemani, Girisonta, Ungaran.