Dilahirkan pada 16 Oktober 1942 di Muntilan. Pater Tjokro adalah putra dari (Alm) Bapak Constantius Tjokrodirdja dan (Alm) Ibu Seraphin Sorpadnijati; menerima sakraman baptis di Gereja St. Antonius, Muntilan (16 Oktober 1942); dan penguatan di Gereja St. Fransiskus Xaverius, Yogyakarta (16 Mei 1950). Ia menempuh pendidikan dasar di Jakarta (1954-1961) dan pendidikan menengah di Seminari Mertoyudan (1961).
Masuk Novisiat Serikat Jesus pada 7 September 1961 di Girisonta, Ungaran; dan mengucapkan kaul pertamanya pada 8 September 1963 juga di Girisonta, Ungaran; tahun juniorat ditempuh selama satu tahun (1963-1964) di Girisonta, Ungaran.
Studi filsafat selama dua tahun (1964-1966) di Poona, India. Tahun orientasi kerasulan sebagai Assisten Pamong Kolese Loyola, Semarang (Juli1966 – Desember 1968). Belajar teologi di Yogyakarta pada tahun 1969-1973. Menerima tahbisan tonsura dan tahbisan rendah dari tangan Mgr. P. Willekens, S.J pada 8 Desember 1966; subdiakon dan diakon pada 7 Desember 1972 dari Justinus Kardinal Darmoyuwono, dan imam pada 8 Desember 1972 dari tangan Justinus Kardinal Darmoyuwono. Setelah tahbisan imamnya, Pater Tjokro melanjutkan belajar teologi hingga awal tahun 1974. Dilanjutkan dengan menjadi Pastor Paroki Tumpang, Muntilan (1974-1975) dan menjadi staf Sanggar Prathivi (1975-1976). Mulai 19 Januari 1976 Pater Tjokro menjalani tahap akhir pembinaannya sebagai Jesuit dalam tersiat di Girisonta hingga akhir 1976 di bawah bimbingan P Antonius Soenarja, S.J. Kaul akhir sebagai coadjutor spiritualis diucapkannya di hadapan P Suradibrata, S.J pada 31 Juli 1978.
Hidup dan pekerjaan sejak kaul akhir hingga akhir hayatnya sebagi berikut :
| Direktur Studio Audio Visual Puskat | Yogyakarta | 1978 |
| Studi audio visual Lyon-Ottawa | 1981-1982 | |
| Sabbatical | 1998 | |
| Koordinator Campus Ministry USD | Yogyakarta | 1998-2003 |
| Sekretaris Provinsi SJ | Semarang | 2003-wafat |