Para seminaris Seminari Mertoyudan era 1980-1997-an akan selalu terkenang pada sosok Bruder Sutter. Seminaris yang baru masuk bisa saja keseleo lidah melafalkan namanya menjadi “Bruder Suster.” Bila pagi hari menjelang, dan tercium aroma cerutu, lalu terlihat Bruder Sutter berjalan keluar dari Domus Patrum sambil tangan kanan membawa parang teracu dan diiringi Si Bagong, herder galaknya, maka sudah pasti hati para seminaris bersorak. Itu tanda bahwa pada hari tersebut mereka akan bersantap daging babi! Selain itu, Bruder Sutter juga banyak dikenang karena kenjlimetannya, bisa menikmati rutinitas, rajin mengikuti Ekaristi, dan penghafal yang sangat baik. Ia bisa hafal nama-nama seminaris beserta nomor register keuangan masing-masing, atau nama-nama orang dan tempat tugasnya!
Bruder Sutter, lahir di Mogelsberg, Swiss, 7 Juni 1931, adalah putera pasangan suami istri (Alm) Bapak Sutter dan (Alm) Ibu Ida Hochrentener Sutter. Menempuh pendidikan dasar di kota Mogelsberg dan lulus pada 1943, Sutter remaja kemudian melanjutkan pendidikan menengah di kota Necker. Selama satu tahun, 1949-1950, Sutter mengambil kursus pertanian di Flavil. Sebelum masuk Serikat Jesus, Sutter pernah ikut pendidikan militer selama setahun dan kemudian bekerja di sebuah perusahaan pertukangan dan peternakan lembu milik keluarganya hingga tahun 1957.
Masuk Serikat Jesus pada 1 Juni 1958 di Novisiat SJ di Rue, Swiss, Br. Sutter kemudian mengucapkan kaul pertama pada 21 Juni 1960 di Fribourg, Swiss dan selama dua tahun mengikuti Program Juniorat, yaitu dari 1960-1962 sebagai pengurus rumah tangga di tempat yang sama. Lima tahun kemudian, Br Sutter menjalani formasi Tersiat di Berlin dan akhirnya mengucapkan kaul akhir pada 15 September 1968 di Feldkirch. Diterima sepenuhnya di dalam Serikat Jesus, Br Sutter kemudian diutus menjalankan tugas misi di Indonesia pada 1969. Dunia yang digeluti sepanjang masa hidupnya adalah pertanian, peternakan, dan keuangan rumah tangga.
Tugas yang pernah dipercayakan Serikat Jesus kepada Br Gebhard Sutter antara lain:
| Pengurus Rumah Tangga/Kebun | Fribourg, Swiss | 1960-1962 |
| Kepala Peternakan | Feldkirch, Austria | 1962-1969 |
| Anggota Staf KPTT | Salatiga | 1969-1980 |
| Ekonom Seminari Menengah St. Petrus Kanisius | Mertoyudan, Magelang | 1980-1997 |
| Ekonom Kolese Gonzaga dan Seminari Menengah Wacana Bhakti | Jakarta | 1997-2001 |
| Ekonom Rumah Le Cocq d’Armandville | Nabire, Papua | 2001-2007 |
| Ekonom Kolese Gonzaga dan Seminari Menengah Wacana Bhakti | Jakarta | 2007-2015 |
Br Sutter masih menjadi seorang Jesuit pekerja yang tekun hingga saat terakhir sebelum ia sakit. Ia mengalami pendarahan otak yang cukup serius pada siang, 15 Januari 2015. Karena sakit yang diderita ini parah, akhirnya setelah dirawat beberapa hari di R. S. St. Carolus, Jakarta, Tuhan berkenan memanggil Br Sutter untuk segera ikut perjamuan kekal di surga. Selamat jalan, Bruder.
Requiem dan Pemakaman
Ekaristi requiem dirayakan pada Selasa, 27 Januari 2015 di Kapel Seminari Menengah Wacana Bhakti, Jakarta dan pada Rabu, 28 Januari 2015 di Gereja St. Stanislaus, Girisonta. Setelah misa di Gereja St. Stanislaus Kostka, Girisonta dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Ratu Damai, Girisonta.