Membanding-bandingkan itu mudah saja, tetapi kita di sini akan melihat kesamaan antara Pater F.X. Gunawan, S.J (F.X. Khoe Swie Ging, S.J) dengan St. Yusuf. Keduanya pendiam, yang seringkali ditafsirkan sebagai kaku; keduanya tidak banyak bicara, tetapi rajin bekerja dan penuh inisiatif; keduanya tidak menonjolkan diri bahkan sebaliknya menyembunyikan kepandaiannya dibelakang wajah yang tenang dan sumeh; kedua-duanya serius, maka tidak mudah bekelakar meskipun dapat menghargai lelucon, dan last but not least mereka berdua setia, baik dalam tugasnya, maupun janjinya; dalam menolong sesama manusia yang membutuhkannya.
Persamaan masih dapat diteruskan; terlalu muda dipanggil oleh Tuhan yang bersabda “Baiklah, hamba yang baik dan setia! Masuklah ke dalam kebhagiaan TuhanMu” (Matius 25:21).
Lahir pada 31 Agustus 1922 di Yogyakarta. Masuk novisiat Serikat Jesus pada 7 September 1946 di Novisiat Girisonta. Ia melanjutkan studi filsafat di Yogyakarta (1948-1950) dan menjalani TOK dengan studi di Jakarta (1950-1952). Lalu melanjutkan studi teologi di Filipina (1952-1956).
Ditahbiskan menjadi seorang Imam pada 18 Maret 1955 di Baguio City (Philippines). Sekembali di Indonesia ia bekerja di paroki Gedangan, Kebon Dalem, dan Katedral Jakarta. Setelah selesai teologi, ia langsung menempuh formasi tersiat di Girisonta pada 1956-1957. Ia menerima kaul terakhir pada 2 Februari 1963. Uskup Agung Jakarta mengangkatnya menjadi Vikaris Jenderal.
Meninggal dunia pada 31 Juli 1973 di Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Getsemani, Girisonta.
Riwayat Penugasan :
| Pastor Paroki Gedangan | Semarang | 1957-1959 |
| Pastor Paroki Kebon Dalem | Semarang | 1959-1968 |
| Pastor Paroki Katedral | Jakarta | 1968-1973 |