Dom Sugiyono lahir di desa Kapuhan, Borobudur, pada tanggal 5 Agustus 1947 sebagai putra kedua dari keluarga bapak Ignatius Martawirya. Setelah tamat dari SMP Pangudi Luhur di Boro pada tahun 1963, ia memilih jalan yang dikehendaki Tuhan dengan masuk Seminari Menengah Mertoyudan. Pada akhir pendidikannya di Seminari ia memutuskan untuk menjadi imam dalam Serikat Jesus. Pada tanggal 5 Januari 1969 ia masuk novisiat Serikat Jesus di Girisonta. Dua tahun kemudian ia diperkenankan mengikrarkan kaulnya yang pertama sebagai Jesuit. Selama dua tahun berikutnya, yaitu tahun 1971-1972, Yong – demikian teman-teman suka memanggilnya – ditugaskan belajar filsafat di STF Driyarkara, Jakarta. Pada tahun 1973 ia melanjutkan studinya pada IFT Kentungan dan berhasil memperoleh ijazah Sarjana Muda. Pada awal tahun 1974 ia ditugaskan menjalani tahun orientasi kerasulan sebagai tenaga pengajar padaSeminari Keuskupan Amboina di Langgur, Maluku Tenggara. Dia adalah frater Yesuit pertama yang ditugaskan ke daerah itu. Selama dua tahun ia bekerja keras di Seminari itu dan sangat dicintai oleh anak-anak asuhannya. Pada tahun 1976, frater Sugiyono kembali ke Yogyakarta untuk belajar teologi di IFT Kentungan sebagai tahap terakhir pendidikannya untuk menjadi imam. Studi teologi ditekuninya dengan penuh semangat dan kegairahan. Bersama rekan-rekannya yang lain pada tanggal 22 September 1976 ia diperbolehkan menerima Tahbisan Rendah dari Bapak Kardinal Darmoyuwono. Tahun pertama teologinya diselesaikannya dengan memuaskan.
Hari itu, tanggal 24 November 1976, Frater Sugijono baru saja menyelesaikan ujiannya di Kentungan. Pulang ke Kolsani, ia – sebagai petugas yang dipercaya merawat kendaraan-kendaraan – mencoba scooter yang baru saja diperbaiki. Di tengah jalan ia mengalami kecelakaan, ketika berusaha menghindari orang yang tiba-tiba menyeberang jalan. Dalam keadaan tak sadar ia dibawa ke rumah sakit Bethesda. Para dokter dan perawat berusaha sekuat tenaga untuk menolongnya. Karena keadaannya cukup gawat, pada hari itu juga kepadanya diterimakan Sakramen Orang Sakit. Keesokan harinya dokter memutuskan untuk mengadakan operasi. Dengan segala daya upaya para dokter menyumbangkan bantuannya semaksimal mungkin. Tetapi Tuhan sudah menentukan jalan baginya. Pada tanggal 25 November 1976 jam 21.50 frater Sugijono dengan tenang meninggalkan kita semua dan menghadap Tuhan.