Dilahirkan pada 21 November 1919 di Tuban, Jawa Timur, Pater Orie merupakan putra dari (Alm) Bapak Karel Johan Orie dan (Alm) Aldofine Louise Hilling; menerima sakramen baptis di Gedangan, Semarang (1919) dan penguatan di Magelang. Ia menempuh pendidkan dasar di Magelang dan Banyumas (1925-1931), pendidikan HBS di Den Haag (1931-1932) dan Surabaya (1932-1933), dan pendidikan seminari menengah di Yogyakarta (1933-1937).
Masuk Novisiat Serikat Jesus pada 7 September 1937 di Girisonta, Ungaran; mengucapkan kaul peramanya pada 8 September 1939 di Girisonta, Ungaran. Tahun juniorat ditempuh selama satu tahun (1939-1940) di Girisonta, Ungaran.
Studi filsafat ditempuh selama tiga tahun (1940-1943) di Yogyakarta. Tahun orientasi kerasulan dijalani sebagai pengajar seminari in diaspora Yogyakarta (1943), tawanan Jepang di Jogja, Bandung, dan Baros (1943-1945), dan Tawanan Indonesia di Pundong, Bantul, dan Yogyakara (1945-1946).
Belajar teologi di Maastricht pada 1946-1950. Tahbisan tonsura dan tahbisan rendah diterimanya dari tangan Mgr. W. Lemmens pada 31 Agustus 1946 di Maastricht; subdiakon dan diakon diterimanya dari tangan Mgr Hansen pada 6 dan 7 juni 1949 di Maastricht; dan imam diterimanya dari tangan Mgr. W. Lemmens pada 22 Agustus 1949 di Maastricht. Setelah menerima tahbisan imamnya, Pater Orie melanjutkan studi teologinya hingga 1950; dan pada September di tahun yang sama menjalani tahap akhir pembinaannya sebagai Jesuit dalam tersiat di St. Beuno’s hingga 1951 di bawah pimpinan P Henry Keane, S.J. Kaul akhir sebagai profess of four vows diucapkannya di hadapan P G. de Quay, S.J pada 2 Februari 1955 di Yogyakarta.
Putra kedua Gubernur Surakarta dan penggemar berat sepakbola ini selalu siap sedia, pendoa, bersemnagat tinggi, dan humoris dalam pelayanan. Dosen Filsafat dan Teologi yang pernah menjadi tawanan, dan pernah menjadi pemimpin SJ di Indonesia ini, hingga lanjut usia setia mendampingi umat tua, muda, dan anak-anak, para calon pasutri untuk pernikahan, para suster bahkan rekan-rekan muda seimamat.
Riwayat Penugasan :
| Pastor Pembantu | Maastricht | 1949-1950 |
| Dosen Filsafat dan Teologi | Yogyakarta | 1950-1951 |
| Minister Kolese St. Ignatius | Yogyakarta | 1954-1958 |
| Rektor Kolese St. Ignatius | Yogyakarta | 1958-1962 |
| Provinsial Serikat Jesus | Semarang | 1962-1967 |
| Minister Kolese St. Stanislaus | Girisonta | 1967-1968 |
| Dosen Filsafat di STF Driyarkara | Jakarta | 1969-1971 |
| Pastor Kepala Paroki Tanjung Priok | Jakarta | 1972-1975 |
| Pastor Kepala Paroki Blok B dan Cililitan | Jakarta | 1976-1979 |
| Pastor Pembantu Paroki Kotabaru | Yogyakarta | 1979-1985 |
| Pastor Pembantu Paroki Bongsari | Semarang | 1985-1990 |
| Pastor Kepala Paroki Bongsari | Semarang | 1990-1991 |
| Pastor Pembantu Paroki Bongsari | Semarang | 1991-1997 |
Memasuki tahun 1997, kesehatannya semakin menurun dan dirawat di RS. Elisabeth, Semarang. Karena sakitnya semakin berat, Almarhum menerima sakramen pengurapan orang sakit pada 27 Maret 1997. Setelah menikmati udara segar di Emmaus selama beberapa hari, pada 18 Mei 1997 keadaan sakitnya makin berat dan langsung dibawa kembali ke RS St. Elisabeth. Namun Tuhan memanggilnya dan Pater C. Orie, SJ menghadap sang Pencipta dengan tenang pada 19 Mei 1997.
Pemakaman
Misa Requiem dilaksanakan di Gereja Bongsari pada 19 Mei 1997 dan kemudian jenazah akan dimakamkan di Girisonta pada 20 Mei 1997.