Romo J.B. Suyitna lahir di Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 24 Juni 1953, dari pasangan (Alm) Bapak Yohanes Wagiya Jayasudarma dan (Alm) Ibu anna Sukinah Jayasudarma.
Sesudah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Suyitna masuk Seminari Menengah St Petrus Kanisius, Mertoyudan pada 1969. Panggilan imamatnya tampaknya telah bergaung di telinganya saat usianya baru mencapai 2 tahun. Kata adik kandungnya, saat usia 2 tahun itu Suyitna kecil oleh dokter dinyatakan telah meninggal. Namun, Tuhan mendengarkan jeritan dan doa sang ibu yang berjanji hendak menyerahkan putranya itu kepada Tuhan untuk dijadikan hamba-Nya sebagai imam. Sejak saat itulah di telinga Suyitna selalu digemakan seruan syukur bahwa Tuhan telah mengabulkan doa-doa sang ibu dan kesanggupan ibu untuk mempersembahkan Suyitna menjadi imam.
Ia masuk Novisiat Serikat Jesus di Girisonta pada 31 Desember 1973, dan mengucapkan kaul pertamanya pada 1 Januari 1976. Studi filsafat ditempuhnya di STF Driyarkara, Jakarta selama 3 tahun, 1976-1978, dilanjutkan dengan Tahap Orientasi Kerasulan dengan tugas pamong di Seminari Menengah, Langgur, Maluku selama dua tahun, 1979-1980. Frater Suyitna melanjutkan formasinya dengan belajar Teologi pada Institut Filsafat dan Teologi (IFT) Kentungan, Yogyakarta selama tiga tahun, 1981-1983. Mgr J. Darmaatmadja SJ, Uskup Agung Semarang, menahbiskannya sebagai diakon pada 12 Oktober 1983, dan imam pada 30 Desember 1983, bersama-sama dengan Almarhum Romo V. Sugondo, kakak kandungnya.
Sebagai imam muda Rm Suyitna mendapat tugas menjadi pastor pembantu di Paroki St Yusup, Baturetno pada 1984-1986, dan dilanjutkan tugas menjadi pastor kepala Paroki St Yohanes Rasul, Wonogiri, 1986-1996. Tahap tersiat dijalani oleh Rm Suyitna di Girisonta (1987-1988) di bawah bimbingan Alm Rm F. Heselaars Hartono. Serikat Jesus menerima Rm J.B. Suyitna sebagai Jesuit penuh pada kaul akhir yang diucapkan pada 7 September 1990 di Novisiat St Stanislaus, Girisonta.
Riwayat tugas dari kaul akhir sampai meninggalnya
| Pastor Kepala Paroki St Yohanes Rasul | Wonogiri | 1990-1996 |
| Pastor Kepala Paroki St Martinus | Weleri | 1996-2006 |
| Pastor Kepala Paroki St Antonius Padua | Kendal | 1996-2006 |
| Staf Rumah Retret Panti Semedi, Sangkalputung | Klaten | 2006-2010 |
| Pastor Pembantu Pelayanan Pastoral Paroki St Yusup | Ambarawa | 2011-wafatnya |
Menilik ragam tugasnya sebagai imam, Romo Suyitna adalah gembala umat. Dalam keadaan fisiknya yang semakin menurun karena sakitnya Romo Suyitna tetap bersemangat melayani umat dalam pelayanan-pelayanan sakramental. Bahkan dua hari sebelum wafatnya Rm Suyitna merayakan Ekaristi Requiem untuk salah satu umat di stasi terjauh dari Paroki Ambarawa.
Almarhum Romo V. Sugondo, kakaknya, Almarhum Bapak Henricus Sanyoto Hadi, adiknya, dan Almarhum Romo H van Deinse, pembimbingnya, telah menanti Rm Suyitna untuk menemani mereka di surga.
Ekaristi Requiem dan Pemakaman
Ekaristi requiem dirayakan di Gereja St. Yusup, Ambarawa pada Rabu, 1 Mei 2013. Sesudah Ekaristi Requiem di Ambarawa jenazah dibawa ke Gereja St Stanislaus, Girisonta untuk disemayamkan hingga Kamis, 2 Mei 2013. Kemudian dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Getsemani, Girisonta.