Lahir di Tegal, 24 Mei 1969, Pater Aloysius Maria Ardi Handojoseno adalah putera dari (Alm) Bapak Carolus Borromeus Suparlan Sosrohandoyo dan Ibu Eleonora Maria Rahayu Miranti. Ia menerima baptis pada 29 Mei 1969, lima hari setelah kelahirannya, di Paroki Hati Kudus, Tegal. Ia menempuh pendidikan dasar di TK Pius, Tegal, dilanjutkan sekolah dasar di SD Cahaya Nur, Kudus, pendidikan menengah di SMP Negeri 1 Kudus dan SMA Kolese Loyola, Semarang (1985-1988). Perjalanan pendidikannya diteruskan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS, 1988-1994), Surabaya, di bidang teknik elektro. Dia kemudian menjadi guru fisika di SMA Stanislaus, Surabaya selama setahun, dan selama
tiga tahun berikutnya (1995-1998) mega sebagai dosen di Unika Surabaya di bidang elektro dan teknologi.
Pater Ardi Handojoseno masuk Novisiat Serikat Jesus di Girisonta pada 1 Juli 1998, dan mengucapkan kaul pertamanya pada 3 Juli 2000 di Novisiat St. Stanislaus Kostka, Girisonta, Ungaran. Setelah itu, Pater Ardi Handojoseno meneruskan formasinya dengan studi Filsafat (2000-2003) di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta. Tahun Orientasi Kerasulan dijalani di Campus Ministry Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, selama dua tahun (2003-2005). Studi teologi dijalani di Jesuit Theological College, Parkville, Australia selama tiga tahun (2005-2008). Tahbisan imamat diterima dari Mgr. I. Suharyo pada 23 Juli 2008 di Gereja St. Antonius Padua, Kotabaru, Yogyakarta.
Pater Ardi Handojoseno kemudian menjalani penugasan pertama sebagai imam di Paroki St. Anna, Duren Sawit, Jakarta dari tahun 2008 sampai 2010. Ia kemudian diutus menjalani tugas studi untuk Program Master dan Doktoral di University of Technology, Sydney, Australia untuk menekuni bidang Teknik Elektro dengan bidang kekhususan Teknologi Kesehatan. Tugas studi tersebut diselesaikannya selama enam tahun (2010 – 2016) dengan gemilang. Dia kemudian bertugas menjadi dosen di Program Studi Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma mulai tahun 2016.
Pater Ardi Handojoseno wafat pada bulan ketiga masa Formasi Tersiatnya, yang dijalaninya mulai 24 Januari 2017 di Kolese St. Stanislaus, Girisonta, Ungaran. Program Tersiat ini direncanakan selesai pada bulan Juli 2017 mendatang. Pater Ardi Handojoseno tuntas menyelesaikannya lebih cepat dari tujuh rekan tersiaris lainnya, yaitu ketika dia menghadap Bapa di tengah-tengah tugasnya menjalani tahap terakhir formasi Jesuitnya, di tempat yang sama dia dahulu menjalani tahap pertamanya. Dia terkena serangan jantung ketika berolahraga bersama rekan-rekannya di sore hari di komplek Kolese St. Stanislaus Kostka.
Doa, Ibadat, Misa Requiem
Pada hari Minggu, 9 April 2017 diadakan doa rosario bersama dan ekaristi bersama para Tersiaris dan keluarga di Kapel Wisma Emmaus, Girisonta, Ungaran. Misa Requiem dilaksanakan Senin, 10 April 2017 di Gereja St. Stanislaus Kostka, Girisonta dan dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Ratu Damai, Girisonta, Ungaran
Musik adalah kesukaannya; ilmu langkah kakinya.