Dilahirkan pada 21 Juli 1928 di Sedan, Muntilan, Bruder Juwanawihardja adalah putra dari pasangan Bapak Mateus Kartaasma (Almarhum) dengan Ibu Martina Kartaasma (Almarhum). Menerima sakramen baptis di Gereja St. Antonius, Muntilan (23 Juli 1928) dan penguatan di tempat yang sama (1937).
Masuk Novisiat Serikat Jesus pada 2 Februari 1945 di Girisonta dan mengucapkan kaul pertamanya pada 8 September 1947 di Muntilan. Tahbisan diakon diterimanya pada 28 September 1977 dari tangan Yustinus Kardinal Darmoyuwono. Kaul akhirnya sebagai brother approbatus di ucapkannya pada 2 Februari 1959.
Riwayat Tugas :
| Pelayanan Pastoran Muntilan | Muntilan | 1947-1948 |
| Karya Novisiat St. Stanislaus | Girisonta | 1948-1951 |
| Membantu Menjahit di Rumah Jompo Seminari Tinggi | Yogyakarta | 1951-1953 |
| Membantu Menjahit di Kolese St. Ignatius | Yogyakarta | 1953-1961 |
| Katekis dan Mengajar di AKKI Yogyakarta | Yogyakarta | 1967-1973 |
| Tugas belajar dan bertempat tinggal di Pastoran Kota Baru | Yogyakarta | 1973-1977 |
| Berkarya di Namlea, Pulau Buru | Maluku | 1977-1982 |
| Berkarya di Paroki Ganjuran | Yogyakarta | 1982-1986 |
| Membantu Karya Pastoral di Namela, Pulau Buru | Maluku | 1986-1993 |
| Karya Pastoral di Paroki Wonosari | Yogyakarta | 1993-1998 |
| Wisma Emmaus St. Stanislaus | Girisonta | 1998-wafat |
Beliau menderita sakit sudah cukup lama, namun penyakit tersebut lihatan dengan bertambah berat kurang lebih 2 tahun sejak beliau bertugas di Paroki Wonosari. Pada tahun 1998 beliau harus rela melepaskan tugas pelayanan pastoral di Wonosari untuk berpindah ke Wisma Emmaus, Girisonta, Ungaran. DI Girisonta beliau masih dapat meneruskan tugas pastoralnya untuk melayani keluarga karyawan Kolese St. Stanislaus Girisonta dan warga umat sekitar Kolese dibawah pimpinan Rektor Kolese. Pada tahun-tahun terakhir kondisi kesehatan beliau semakin menurun dan beliau sudah tidak dapat lagi melayani keluarga karyawan, umat, serta diri sendiri. Namun, semangat merasulnya masih besar, hal ini nampak dalam keinginannya untuk kembali berkarya di Wonosari. Semangat beliau seperti terungkap dalam Yoh 12:24. Akhirnya beliau harus masuk ke RS St. Elisabeth, Semarang, dan kembali lagi ke Emmaus sampai dengan Bapa memanggilnya.
Pemakaman :
Misa Requiem diadakan di Gereja St. Stanislaus Girisonta, pada hari Jumat, 23 Februari 2001 dan dilanjutkan dengan pemakaman.