Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

Lahir di Malang, 27 Juli 1934, Pater Albertus Suyanto Brotodarsono adalah putera dari (Alm) Bapak Martinus Brotodarsono dan (Alm) Ibu Apolina Arimurti Brotodarsono. Ia menerima baptis tepat pada hari kelahirannya. Suyanto Brotodarsono menempuh pendidikan dasar Sekolah Rakjat di Yogyakarta (1942-1948), lalu melanjutkan pendidikan calon imam di Seminari Rendah, Mertoyudan (1948-1956).

Suyanto Brotodarsono masuk Novisiat Serikat Jesus di Girisonta pada 7 September 1956, dan mengucapkan kaul pertamanya pada 8 September 1958 di Novisiat Girisonta, Ungaran, dilanjutkan tahun juniorat (1958-1960) di Girisonta. Setelah itu Frater Brotodarsono menempuh studi filsafat di Poona, India selama dua tahun (1960-1962).

Tahap Orientasi Kerasulan dijalani sebagai surveillant di Yayasan Kanisius, Semarang (1962-1964). Selepas orientasi kerasulan, Frater Brotodarsono belajar teologi di Yogyakarta (1964-1968). Tahbisan tonsura dan tahbisan rendah diterimanya pada 24 Juli 1962 di Mertoyudan dari tangan Mgr Albers; tahbisan diakon tahun 1967 dan tahbisan imamat pada 31 Juli 1967 diterima dari Justinus Kardinal Darmoyuwono di Yogyakarta.

Satu tahun setelah tahbisan imamatnya Romo Brotodarsono menjalani formasi tersiat di Novaliches, Manila (1968-1969). Kaul akhir pada gradus profess empat kaul diucapkannya pada 15 Agustus 1974 di Jakarta.

Seselesainya periode formasi dalam Serikat Jesus, Romo Brotodarsono mencurahkan tenaga dan pemikirannya untuk karya-karya media komunikasi.

Riwayat tugas P. Brotodarsono, S.J. dari tahbisan sampai wafatnya

Direktur Studio Mass Media AKKIYogyakarta1970
Asisten Direktur Sanggar PrathiviJakarta1971-1974
Anggota Concilium Communicationis 1976
Ketua Panitia Komsos KAJJakarta1972
Kabag RTF/AV Komisi Komsos MAWIJakarta1981
Sekretaris Yayasan Sanggar Prathivi 1981-2011
Anggota Badan Pengurus LPPS MAWIJakarta1982
Superior Komunitas Jl. SurabayaJakarta1986
Direktur Sanggar PrathiviJakarta1988-2011
Pendoa bagi Gereja dan SerikatWisma Emmaus2011-wafatnya

Sejak kepindahannya ke Wisma Emmaus di Girisonta, Romo Brotodarsono menjalani perutusan berdoa bagi Gereja dan Serikat. Perutusan tersebut ditekuni dengan penuh penyangkalan diri; dia memenangkannya.

Sejak lima hari sebelum meninggalnya, Romo Brotodarsono menderita pendarahan pada otak. Pendarahan otak ini merupakan yang kedua kali terjadi padanya. Dia menjalani perawatan di R. S. Elisabeth, Semarang dalam keadaan koma sampai saat menghadap Tuhan kita.

Ekaristi Requiem dan Pemakaman

Ekaristi Requiem akan diadakan pada Sabtu, 23 Mei 2015 di Gereja St. Stanislaus, Girisonta, dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran.