Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

Romo Heuken dikenal luas sebagai penulis, penerjemah, dan orang yang sangat antusias dengan sejarah Indonesia, khususnya Batavia. Selama hidup dan karyanya di Indonesia, sudah ada puluhan, bahkan ratusan ragam tulisan karya Romo Heuken yang dicetak dan diterbitkan untuk melayani Gereja dan masyarakat secara umum.

Banyak orang terkesan dengan totalitasnya dalam membingkai Jakarta melalui kaca mata sejarah. Buku monumental tentang Jakarta yang hingga kini banyak dibaca atau dikoleksi adalah the Historical Sites of Jakarta. Tak kurang, mantan gubernur Fauzi Bowo dan Basuki Tjahaja Purnama juga mengagumi buku tersebut.  Bukan hanya sumbang pikiran dan karya dalam bidang sejarah Jakarta, dalam bidang lintas budaya, khususnya bahasa, Romo Heuken menulis kamus Jerman-Indonesia dan Indonesia-Jerman yang cukup komprehensif dan diterbitkan oleh Gramedia Jakarta. Dalam bidang pengembangan kota Jakarta, sejak 2011 Romo Heuken juga menjadi salah satu anggota tim penasihat arsitektur kota DKI.

Romo Heuken adalah Yayasan Cipta Loka Caraka (CLC) dan CLC adalah Romo Heuken. Ia lebur, ajur-ajer, dalam karya pelayanannya di bidang pewartaan dan komunikasi melalui penulisan dan penerbitan di CLC meski pada awal masa karyanya ia ingin menjadi dosen filsafat di Yogyakarta. Akhirnya, di ujung tahun 1960-an ia mendirikan Yayasan CLC yang berfokus pada karya pengolahan teks sebagai bentuk karya pelayanan. Praktis, lebih dari 80% masa karyanya di Indonesia ia habiskan di Yayasan CLC di mana ia menjadi direkturnya sejak tahun 1971.

Romo Heuken adalah putera dari seorang rektor bernama Franz Wilhelm Heuken. Ibunya, Clara Heuken, sangat berperan dalam perkembangan Romo Heuken hingga ia sangat gemar membaca dan menulis. Dilahirkan pada 17 Juli 1929 di Distrik Coesfeld, Jerman, Romo Heuken menempuh pendidikan dasarnya di Volkschule Mathematisc-naturwisseuscheeflt Gymnasium, Selgte, 4 klasse (1936-1940). Setamat volkschule, ia melanjutkan pendidikannya di Kourael Schlaun, Muenster, Jerman selama sepuluh tahun (1940-1950). Lalu pada usia 21 tahun, ia mulai menjalani masa novisiatnya di Novisiat Evägerfeld, Jerman, tepatnya pada 7 September 1950. Kaul pertama ia ucapkan dua tahun kemudian, yaitu pada 8 September 1952. Selama setahun, 1952-1953, ia menjalani masa yuniorat di Rottmanskïke. Formasi filsafat ia jalani selama tiga tahun (1953-1956) di Pullach. Pada tahun terakhir formasi filsafatnya (Juni 1956), ia menerima tahbisan tonsura dan tahbisan rendah dari tangan Mgr. Neuhausler.  Setelah itu ia menjalani tahap orientasi kerasulan selama dua tahun (1956-1958) sebagai pamong di Aloisiuskolleg, Bad-Godesberg, Bonn. Tahun 1958-1962, ia menempuh pendidikan Teologi di St. George, Frankfurt. Tahbisan diakon (18 Maret 1961) dan tahbisan imam (31 Juli 1961), keduanya di Frankfurt, dari tangan Mgr. Kempt.

Tahun 1962-1963 Romo Heuken menjalani program Tersiat di St. Beuno’s di bawah bimbingan Pater Kennedy, S.J. dan di Novisiat Girisonta di bawah bimbingan Mgr. Willekens, S.J. Kaul akhir dalam Serikat ia ucapkan di Jakarta pada 2 Februari 1968 dengan gradus profes empat kaul.    

Riwayat tugas Romo Heuken, S.J.

Bidang komunikasi (penulisan dan penerbitan)Jakarta1964-1968
Formatio di Kolese St. IgnatiusYogyakarta1968-1971
Bidang komunikasi (Direktur Yayasan CLC)Jakarta1971-wafatnya
Anggota Tim Penasihat Arsitektur Kota DKIJakarta2011-2016

Ekaristi Requeim dan Pemakaman

Jenazah disemayamkan di Kapel Kolese Kanisius, Jakarta. Misa Requiem diadakan pada Jumat, 26 Juli 2019 di Kapel Kolese Kanisius, Jakarta. Kemudian jenazah diberangkatkan ke Girisonta dan diadakan misa pelepasan jenazah pada Sabtu, 27 Juli 2019 di Gereja St. Stanislaus Kostka, Girisonta. Dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta