Pater Jacobus Onel lahir di Amsterdam pada 23 Mei 1861. Ia masuk Novisiat Serikat Jesus pada 26 September 1881 dan ditahbiskan menjadi Imam pada 8 September 1894. Tidak lama setelah ditahbiskan menjadi Imam, ia ditugaskan menjalankan misi Hindia Belanda. Tiba di Batavia pada 22 Oktober 1895 dan kemudian ditugaskan di Surabaya.
RIWAYAT TUGAS PATER JACOBUS ONEL, S.J. SELAMA DI INDONESIA
| KARYA | LOKASI | TAHUN |
| Pastor Stasi Surabaya | Surabaya | 1895-1896 |
| Pastor Stasi Manado (Tomohon, Woloan, Kendari) | Sulawesi | 1896-1905 |
| Pastor Paroki Kidulloji | Yogyakarta | 1905-1911 |
| Pastor Paroki Ujung Pandang (Makassar) | Sulawesi | 1911-1913 |
| Pastor Stasi Surabaya | Surabaya | 1913-1916 |
| Pastor Stasi Bandung | Surabaya | 1916-1919 |
Selama berada di Jawa, ia merasakan harinya yang panjang tanpa terlalu banyak bekerja. Tetapi di Minahassa, ia merasakan banyaknya pekerjaan di sana. Ia melupakan semua rasa sakit dan tenaga ketika gereja baru di Manado dibangun. Ia membangunnya dari besi dan bambu dan diberkati pada 12 September 1900. Dia memberikan semua kekuatan dan kemampuannya untuk itu dan dalam delapan bulan gereja sudah siap.
Setelah Manado, 2 tahun kemudian ia diminta membantu membangun gereja di Tomohon. Dibantu oleh Bruder van Leeuwenberg, ia membangun gereja Tomohon. Walaupun sempat rubuh, tetapi gereja tetap bisa berdiri kokoh dan menjadi tempat pelayanan.
LKetika di Yogyakarta, ia sempat mendapatkan gigitan Binatang yang membuatnya harus beristirahat berminggu-minggu sebelum ia benar-benar pulih. Setelah pulih ia kembali bekerja ke Sulawesi. Namun, pada akhirnya, setelah menanggung panas tropis dan pekerjaan misionaris di Celebes dan Jawa., ia kembali ke Belanda pada tahun 1919 dengan Kesehatan yang rusak parah. Dia bekerja selama beberapa waktu di Gereja St. Joseph di Nijmegen. Namun pada tahun 1921, ia menyerah pada penyakit yang terus meningkat dan menghabiskan hari-hari terakhirnya di Mariendaal. Kondisi jantung stadium lanjut menjadi kehancuran fisik untuknya. Beberapa kali selama serangan pernyakit yang parah, ia dengan sepenuh hati mempersembahkan kepada Tuhan pengorbanan hidupnya untuk misi Jawa. Ia meninggal dunia pada 9 Juni 1922.