Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

Bruder Tesselaar lahir di Beverwijk, 11 Agustus 1850. Ia masuk Novisiat Serikat Jesus pada 5 November 1883. Setelah menyelesaikan studi filsafat dan teologinya ia menginjakkan kaki di Tanjung Priuk pada 4 November 1888 bersama dengan Pater Antonius Bolsius, Pater Gerardus Smit, dan Pater Adrianus Mathijsen.

Kemudian ia dikirim ke Flores dan mencurahkan kekuatannya yang luar biasa kokoh selama 12 tahun untuk misi yang berkembang di sana. Ia memusatkan dirinya di bidang pertanian dan peternakan. Hal yang paling menyenangkan ialah Misionaris dan Suster-suster dapat menikmati hasil ternaknya.

Hanya di Maumere-lah, satu-satunya tempat yang menjadi penugasan Bruder Teselaars. Pada tahun 1902, penyakit hati menghancurkan banyak kehidupan pekerja di Hindia. Termasuk Bruder Teseelaar juga mengalami hal yang sama. Hal ini membuatnya harus kembali ke Belanda untuk pemulihan. Pada tanggal 30 Juli 1902, ia memulai perjalanan panjang dan menyedihkan baginya. Setelah 15 tahun diberikan padanya dan membuat dirinya berguna di Hindia Belanda dengan segala jenis pelayanan rumah tangga, dokter mendiagnosisnya tidak akan pernah lagi ke Hindia Belanda dengan kondisinya. Akhirnya ia mengabdikan dirinya, yang dulunya seorang perawat, di Perguruan Tinggi di Nijmegen. Dia mengabdikan dirinya dengan segenap hati dan jiwa memberikan perawatan terbaik kepada para siswa dan Bapa yang sakit. Membuat mereka sebanyak mungkin dengan kekuatannya untuk sembuh dari depresi, dan dengan keramahannya yang tidak ada habisnya menaklukan hati yang besar dan kecil.

Namun, setelah bertahan sekian lama dengan penyakitnya ditambah dengan pneumonia yang dideritanya, akhirnya Bruder Teselaars berpulang pada tanggal 8 Februari 1917 di Canisius College, Nijmegen.