Pater Adrianus Asselbergs, misionaris dari Belanda yang lahir di Bergen pada 30 April 1854. Ia masuk Novisiat Serikat Jesus pada 26 September 1873 dan setelah melewati formasi yang panjang, ia ditahbiskan menjadi imam pada 8 September 1886. Selepas 2 tahun ia ditahbiskan menjadi Imam, ia terpilih menjalankan misi ke Indonesia dan tiba pada 4 November 1888 di Batavia (sekarang Jakarta).
RIWAYAT TUGAS PATER ADRIANUS ASSELBERGS, S.J. SELAMA DI INDONESIA
| KARYA | LOKASI | TAHUN |
| Paroki Katedral | Jakarta | 1888-1890 |
| Formatio - Larantuka | Flores | 1890-1892 |
| Paroki Ujungpandang (sekarang Makassar) | Ujungpandang (Makassar) | 1892-1898 |
| Paroki Kidul Loji | Yogyakarta | 1898-1902 |
Di Makassar ia membangun sebuah gereja yang indah dengan harapan dapat semakin membuka pandangan orang-orang di Makassar bahwa agama Katolik diperlukan oleh mereka. Namun, sesaat sebelum selesai, Pater Asselberg dipindahkan ke Yogyakarta untuk membantu dan menggantikan Pater Palinckx.
Pater Asselbergs aktif dalam misi Hindia Belanda selama hamper 14 tahun. Pasang surut misi memiliki dampak yang kuat di hati misionaris ini. Ia benar-benar bersimpati pada misi. Banyak rencana masih ada di kepalanya.
p align="justify”> Ketika di pertengahan tahun 1902 ia kembali ke Belanda dengan kondisi kelelahan dan sangat lemah. Iklim Nijmegen yang sehat, lingkungan banyak kenalan dan keterampilan seorang dokter yang sangat dipuji, memberinya kembali kekuatan yang hilang dalam waktu singkat. Tidak hanya keinginan tetapi juga harapan dan keyakinan. Ia sangat ingin kembali ke Yogyakarta. Namun, setelah mengikuti segala kehidupan sehari-hari di Belanda, ia memang tidak terlihat menderita banyak sakit, tetapi nafsu makannya sangat buruk. Mulai menderita nyeri tulang. Akhirnya pada tanggal 20 Oktober 1902, di sore hari, ia meninggal dunia dengan tenang dan lembut karena komplikasi penyakitnya. Hidupnya telah dihabiskan dengan baik untuk keselamatan sesamanya, Pater Asselbergs dipanggil untuk pembalasan kekal.