Pater Schlaatmann dilahirkan pada 16 Juni 1878 di Beesd (Gederland, Belanda). Ia masuk novisiat Serikat Jesus pada 26 September 1896 dan ditahbiskan menjadi imam pada 26 Agustus 1909. Pater Schlaatmann ialah seorang yang tidak suka menonjolkan diri, tetapi ia menjalani kewajibannya dalam diam. Selalu siap sedia untuk menjalankan tugasnya yang berhubungan dengan panggilan imamnya. Ia melaksanakan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.
Selesai tersiat, ia tidak diterima untuk bekerja di Indonesia karena pada masa teologinya ia menderita rematik yang berat. Oleh karena itu ia ditempatkan di het Veentje selama enam tahun dan kemudian lima tahun di Molenstraat.
Setelah 11 tahun lamanya bekerja di paroki di Belanda, ia mendapatkan kesempatan untuk bekerja dalam misi di Indonesia. Ia tiba di Indonesia pada 1922.
Riwayat Penugasan
| Paroki Gedangan | Semarang | 1923-1924 |
| Paroki Kidul Loji | Yogyakarta | 1924-1929 |
| Paroki Katedral | Jakarta | 1929-1933 |
| Paroki Theresia | Jakarta | 1933-1935 |
| Paroki Katedral | Jakarta | 1935-1938 |
| Paroki Karangpanas | Semarang | 1938-1943 |
| Internir – Kamp. Halmahera | Semarang | 1943-1944 |
| Internir – Kamp. Cikudapateu | Bandung | 1944-1945 |
| Cuti | Jakarta | 1945-1947 |
| Paroki Karangpanas | Semarang | 1947-1949 |
| Formatio | Girisonta | 1949-1953 |
| Paroki Ambarawa | Ambarawa | 1953-1958 |
Ketika bertugas di Semarang seusai pulang dari Belanda, ia menderita sakit keras karena ada keabnormalan pada selaput otaknya. Ditambah lagi ia mengalami kecelakaan ketika turun dari bis dan menderita patah tulang kaki. Walaupun dapat sembuh, namun tidak murni kembali normal.
Setelah penugasan di Ambarawa, karena merasa kondisi tubuhnya semakin menurun dan ia kembali ke Girisonta untuk istirahat. Namun, beberapa hari kemudian ia mengalami “rheuma” yang berat yang membuatnya harus dirawat di Rumah Sakit St. Elisabeth. Ia kembali sehat setelahnya dan menetap di Girisonta.
Beberapa kali ke rumah sakit dan menetap di Girisonta, membuatnya pada akhirnya menerima Sakramen Perminyakan beberapa kali. Akhirnya pada 11 Juli 1964, ia meninggal dunia dan dimakamkan di Ambarawa.