Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

Pater van der Putten dilahirkan pada 25 Agustus 1876. Ia masuk novisiat Serikat Jesus pada 26 September 1895 dan ditahbiskan menjadi imam pada 26 Agustus 1906. Ia tiba di Indonesia, tepatnya di Batavia pada 15 Desember 1907.

Pada akhir Desember 1907 atau awal Januari 1908, ia berpindah tempat penugasan dari Surabaya ke Larantuka, Timor Timur. Ketika awal berada di sana, ia menderita penyakit Malaria. Setelah delapan hari tidak membaik, ia dibawa ke Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah pemeriksaan dan pengawasan dokter, ia semakin membaik dan beristirahat di Malang.

Beberapa bulan kemudian, pada tahun 1908 ia kembali ke Timor. Namun pada tahun 1912, kondisinya kembali menurun dan menderita demam. Ia kembali ke Surabaya untuk pemeriksaan dan pemulihan kesehatan. Karena kondisinya, Pater Mathijsen memutuskan bahwa Pater van der Putten akan ditempatkan di Jawa.

Ia ditempatkan berturut-turut di Madiun dan Cirebon. Ia sempat kembali ke Belanda untuk berisitrahat. Namun setelahnya ia kembali ke Cirebon dan kemudian ke Jakarta. Celakanya, di Jakarta, munculnya ketulian pada Pater van der Putten, semakin hebat, dan dinyatakan tidak dapat disembuhkan. Oleh karena itu ia tidak dapat melakukan pekerjaan parokial lagi dan dipindahkan ke Ambarawa untuk hal-hal kecil.

Riwayat Penugasan

Paroki Atapupu (Lahurus, Ularo, Jenilu) Timor 1907-1913
Paroki Madiun Madiun 1913-1923
Paroki Cirebon Cirebon 1923-1925
Cuti Belanda 1925-1926
Paroki Cirebon Cirebon 1926-1928
Paroki Katedral Jakarta 1928-1931
Paroki Ambarawa Ambarawa 1931-1943
Internir (Kamp Jung-Eng / Roncalli) Salatiga 1943-1944
Internir (Kamp Cikudapateu) Bandung 1944-1945

Setelah masa interniran, ia beristirahat di Karangpanas ditemani dengan taman bunganya. Ia berpindah tempat ke Girisonta hingga penglihatannya menghilang. Tubuhnya mulai mengalami kemunduran dan dia terpaksa mengurangi kesibukannya. Akhirnya ia meninggal pada 22 Juni 1966 dan dimakamkan di Ambarawa.